18 June 2010

Dirjen Sejarah dan Purbakala Imbau Dana CSR Korporasi Bantu Revitalisasi Museum

         Jakarta, INA-INA.
         Dana CSR (corporate social responsibility) dari perusahaan BUMN dan swasta bisa disalurkan untuk membantu program revitasisasi dan pelestarian museum, mengingat museum merupakan ruang publik milik bersama yang menjadi tanggung jawab bersama dalam pemeliharaannya," hal tersebut dikatakan Dirjen Sejarah dan Purbakala (Sepur) Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) Harry Untoro Draja, di Jakarta, Kamis (17/6).
      Menurut Harry, banyak hal yang bisa ikut mendorong sektor swasta untuk terlibat dalam revitalisasi dan pelestarian museum. Revitalisasi museum tidak sekadar menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, namun harus ada kesadaran bersama untuk memelihara museum baik dari pemerintah daerah maupun sektor swasta. Implementasi CSR untuk museum dapat dikaji lebih lanjut dalam berbagai ruang dan model, misalnya untuk  membantu mendisain ulang museum agar semakin eksotik dan menyentuh emosi masyarakat sehingga menarik minat untuk berkunjung.
        Selama ini penyaluran dana CSR perusahaan-perusahaan besar masih terfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan konservasi alam. Diharapkan di masa datang dana CSR itu dapat disalurkan untuk membantu revitalisasi museum .
        Dalam lima tahun mendatang atau tahun 2014 sebanyak 80 museum di berbagai daerah di Indonesia akan selesai direvitalisasi. Sementara untuk mengawali kegiatan tersebut pemerintah menetapkan tahun 2010 sebagai Tahun Kunjungan Museum (Visit Museum) dengan prioritas di tujuh provinsi DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Bali. Tim R

No comments:

Post a Comment