13 June 2010

Pakar Matematika Nyatakan Guru Tak Tergantikan Komputer

Garut, INA-INA.
         Pakar Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Prof Dr Yaya S. Kusumah menyatakan, Sabtu guru tak akan pernah tergantikan oleh komputer secanggih apapun.
          Karena manusia memiliki keunggulan komparatif dan apegtif sedangkan komputer tidak, meski peran komputer dalam pendidikan sebagai alat dan media pengembangan SDM, peningkatan kuantitas dan kualitas komunikasi, penyederhanaan sistem administrasi serta pengembangan model pembelajaran.
          Bahkan banyak sekali kontribusi nyata, yang dapat dipersembahkan komputer bagi kemajuan pendidikan, bisa dimanfaatkan mengatasi perbedaan individual siswa, mengajarkan konsep, melaksanakan perhitungan dan menstimulir belajar siswa (Glass, 1984: 11), katanya.
          Pada seminar peningkatan kualitas pembelajaran SMP RSBI menuju SBI di SMPN 1 Garut itu, Yaya S. Kusumah juga mengemukakan, penggunaan software komputer untuk kegiatan pembelajaran sangat tidak terbatas (Fey dan Heid, 1984: 21).
          Selain itu, potensi teknologi komputer sebagai media dalam pembelajaran begitu besar (Fletcher, 1983: 1), dengan enam keunggulan dalam pembelajaran berupa kesabaran yang tiada batas, tidak terkait dengan perasaan seperti lazimnya manusia.
          Mampu memotivasi siswa dengan pujian yang dirancang khusus, memberi kesempatan bereksprimen tanpa dihantui kekuatiran akan kerusakan yang bisa terjadi, tidak diskriminatif, memberi siswa keterampilan yang berharga untuk masa depannya.
          Juga mempercepat proses perhitungan, yang secara manual sangat lama waktu penyelesaiannya, atau bahkan tidak mungkin sama sekali (Wepner, 1990; Bialo dan Sivin, 1990; Braun, 1990, Robertson, et al, , 1987).
          Sedangkan keunggulan belajar interaktif berbasis media komputer, meningkatkan kemampuan akademik, mempercepat penguasaan konsep siswa, mempertinggi retensi siswa, meningkatkan sikap positip siswa terhadap matematika. (Kulik, 1985; Bangert-Drowns, 1985).
           Kemudian manfaat komputer dalam kegiatan pembelajaran, melatih siswa mengekplorasi konsep, meningkatkan kemampuan bernalar, mendorong siswa berpikir sistematis, logis dan analitis, serta meningkatkan minat siswa untuk belajar matematika, katanya.
           ”Tuntutan kompetensi”             Karena tuntutan dan harapan kompetensi, berupa kemampuan pemecahan masalah dalam matematika, pelajaran lain, maupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata, juga kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi.
             Serta kemampuan menggunakan matematika sebagai cara bernalar, yang dapat dialihgunakan pada setiap keadaan, seperti berfikir kritis, logis, dan sistematis.
             Diingatkannya, program Komputer Instruksional yakni pemrograman komputer untuk tujuan pembelajaran, dapat diartikan sebagai proses penciptaan satu set instruksi untuk dilaksanakan komputer dalam menyajikan satu set materi pelajaran.
             Interaksi tipe komunikasi melalui berbagai jejaring, berupa jejaring sosial (social network): Facebook, Twitter, Friendster, Myspace, Bebo, Orkut, Flickr, Youtube, dan Slideshare.
            Disusul ensiklopedia: Wiki (Wikipedia), kemudian komunikasi dalam Setting Pembelajaran: Distance learning, on-line learning dan e-learning. Misalnyamelalui software Moodle, WebCT, atau Blackboard.
            Selanjutnya, E-learning merupakan pembelajaran berbasis elektronik yang materi atau pengalaman belajarnya, disampaikan atau dimungkinkan dengan adanya teknologi elektronikCD-ROM, computer-based instruction hingga video conferencing, satellite-delivered learning and virtual education network.
            E-learning tidaksajamencakup web-based instruction atau distance learning, tapi juga meliputi berbagai cara yang memungkinkan para siswa bertukar informasi dan memperoleh pengetahuan.
            E-learning mencakup semua jenis pembelajaran yang didukung teknnologi dengan menggunakan serangkaian alat pembelajaran, seperti telepon, audio and video computer-aided instruction dalam bentuk pembelajaran on line (online courses).
            Namun keterbatasan pembelajaran interaktif berbasis komputer, meliputi komputer bukan sebuah panacea, komputer tidak bisa menggantikan peran guru, bahasa pemrograman komputer sulit dikuasai, pembuatan bahan ajar dengan komputer sangat menyita waktu, serta pembuat bahan ajar interaktif harus menguasai juga bidang pedagogi, ungkap Prof Yaya S. Kusumah.
            Kepala SMPN 1 Garut, Dadi Juhaendi, M.Pd menyatakan, pertemuan rutin ini terakhir dilaksanakan di Depok pada Januari lalu, antara lain sebagai wahana evaluasi para Kepala Sekolah, guru mata pelajaran MIPA dan ICT SMPN RSBI se provinsi Jawa Barat.
            SMPN 1 Garut didirikan 1951, pada 1958 dikembangkan menjadi SMPN 1 dan SMPN 2, SMPN 1 Garut selama ini telah memiliki 12 Kepala Sekolah, yang kini dikelola 85 personil termasuk 63 guru, 52 diantaranya guru definitif dan 11 guru tidak tetap, katanya. (RHS-ABG)

No comments:

Post a Comment