27 April 2011

DPRD JABAR

LAKSANAKAN RESES I TAHUN SIDANG 2011

Bandung, INA-INA. 
       Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat pada tanggal 26 April 2011 menetapkan kegiatan Reses I Tahun Sidang 2011 akan dilaksanakan pada tanggal 27 April sampai dengan 4 Mei 2011. Kegiatan Reses I sesuai dengan Program Kerja DPRD Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 dan akan dilaksanakan di masing-masing daerah pemilihan (Dapil) anggota DPRD yaitu di 11 Dapil di Jawa Barat,” ungkap Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat. Ir. Irfan Suryanagara.
        Pelaksanaan reses sesuai dengan Pasal 318 UU No. 27 Tahun 2009 tentang DPR, MPR, DPD dan DPRD dan Pasal 111 Peraturan Tata Tertib DPRD Provinsi Jawa Barat, bahwa anggota DPRD berkewajiban untuk melaksanakan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat. Penyerapan aspirasi masyarakat perlu dilakukan agar anggota DPRD mengetahui secara lebih jauh tentang kondisi masyarakat serta mengoptimalkan pelaksanaan program serta evaluasi pembangunan yang digulirkan di daerah pemilihan masing-masing.

25 April 2011

Komisi A DPRD Jabar Kunjungi Desa Wadas

Karawang, INA-INA.
     Masyarakat dan perangkat Desa Wadas Kecamatan Teluk Jambe Timur Kabupaten Karawang agar mengedepankan keterbukaan dalam melaksanakan pembangunan, supaya pencapaian program Desa Mandari menuju Desa Peradaban dapat dilaksanakan dengan baik dan hasilnya dipelihara dengan baik. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat H. Sugianto Nangolah, SH ketika mengunjungi Desa Wadas, salah satu desa penerima program desa mandiri menuju desa peradaban di Kabupaten Karawang dalam rangka evaluasi program yang digulirkan melalui APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2010, sebesar Rp. 1 miliar.
    Menurut Sugianto, keberhasilan program ini akan dijadikan sebagai bahan laporkan kepada Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat yang selanjutnya akan menjadi bagian rekomendasi kepada Gubernur.

24 April 2011

Festival Minangkabau

50 Tahun Gonjong Limo Bandung

Bandung, INA-INA
      Ribuan perantau Minang di Jawa Barat memadati Jalan Braga Bandung tempat penyelenggaraan Festival Minangkabau Gonjong Limo Bandung. Terlihat mulai dari depan gedung News Majestic sampai depan Kantor Bank Jabar Banten dipenuhi para pengunjung, baik wisatawan local maupun mancanegara. Meskipun sore harinya hujan mengguyur Kota Bandung seakan tidak menyuruti niat warga Minang untuk menghadiri Festival tersebut. Kepadatanpengunjung lebih kentara.

Rangkaian acara “50 Gonjong Limo Bandung” yang terangkum dalam Festival Minangkabau, sebenarnya sudah berlangsung sejak 29 Maret lalu dan berakhir pada Sabtu (23/4) malam tadi. Rangkaian Festival Minangkabau diisi dengan Turnamen Futsal dan Lomba Vokal Grup. Sementara kegiatan yang dipusatkan disepanjang Jalan Braga mulai depan Bank Jabar hingga persimpangan Jalan Asia Afrika (Museum KAA Gedung Merdeka) diwarnai dengan kegiatan Lomba Manatiang Priang (menyusun piring), Pameran Wisata Nagari........................

18 April 2011

Kepala Disparbud Jabar, Ir. Herdiwan,MM :

Karya Batik, Modal Tingkatkan Wisatawa 

  Bandung, INA-INA. 
Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barar, Ir. Herdiwan,MM mengatakan bahwa keragaman corak batik yang ada di sejumlah wilayah di Jawa Barat akan menjadi modal Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, sebagai data tarik wisatawan untuk datang.

Alat Penyaring Sampah


Sungai Cikapundung Terbengkalai
Bandung, INA-INA.
     Alat penyaring sampah yang berada di sungai Cikapundung Kecamatan Batununggal Kota Bandung yang dibangun 3 tahun lalu, kini terbengkalai tak digunakan. Alat penyaring sampah mahal bantuan dari pemerintah Itali itu sempat digunakan sebentar saat pertamakali dipasang, namun sejak saat itu tak digunakan lagi.
     Sofyan, salah soerang pekerja di penampungan sampah Batununggal mengatakan, alat itu tak digunakan lagi karena ada masalah dengan warga. “Dulu sempat digunakan, tapi ada masalah dengan warga. Warga menuding akibat penyaringan sampah itu, air Cikapundung jadi meluap melalui saluran selokan yang masuk ke pemukiman. Akibat diprotes warga itulah, alat ini untuk sementara belum bisa digunakan kembali” ujar Sofyan.

17 April 2011

Minimarket Banyak Bermasalah Di Perijinan

Bandung, INA-INA. 
      Meski mampu menyerap banyak tenaga kerja, keberadaan minimarket sering mendapatkan protes dari masyarakat terutama pelaku pasar tradisional. Protes dilakukan karena lokasi berdirinya yang berdekatan dan disinyalir tidak berijin.
      Menurut Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Jabar, Hendri Hendarta bahwa minimarket yang beroperasi izin domisilinya kebanyakan diterbitkan oleh kecamatan. Hendri menegaskan melihat kondisi itu, minimarket-minimarket yang baru mengantungi izin domisili tersebut wajib memproses perizinan usahanya kepada pemerintah kota atau kabupaten setempat.

16 April 2011

KOMISI A DPRD JABAR

APRESIASI KEBERHASILAN 
DESA CISAYONG TASIK
 
Kab. Tasikmalaya, INA-INA
      Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, memuji dan meng_apresiasi terhadap upaya masyarakat serta perangkat Desa Cisayong Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warganya, melalui Desa Peradaban. .........
      

15 April 2011

Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda

Letakan Batu Pertama Pembangunan Posyandu RW 08
Kelurahan Rancanumpang - Gedebage


Lurah Rancanumpang, Ir. S Boedhi H menyalami Wawalkot Bandung Ayi Vivananda
Bandung, INA-INA.
  Warga RW 08 Kelurahan Rancanumpang Kecamatan Gedebage Kota Bandung, akhirnya memiliki Posyandu. Meskipun belum selesai dalam bentuk fisik, peletakan batu pertama yang dilakukan Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda sudah memberikan harapan bagi warga.
      Jumat, 8 April 2011, merupakan hari yang spesial bagi warga RW 08 Keluarahan Rancanumpang. Mereka bisa memiliki Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) secara permanen, meskipun belum selesai dibangun. Turut hadir pada peletakan batu pertama, Kepala Dinas Kesehatan..........................

14 April 2011

TRAVEL DIALOG FAM TRIP

SIAP DUKUNG VISIT BOGOR 2011
Bogor, INA-INA. 
       Visit Bogor 2011 diawali dengan digelarnya festival 2000 dongdang pada 26 Pebruari 2011 lalu, di lapangan Tegar Beriman Cibinong Kabupaten Bogor. Hal ini dapat diartikan bahwa semua pihak yang terkait dalam program kunjungan wisata tahunan tersebut, mau tidak mau harus siap melaksanakan dan mensukseskannya. Demikian dijelaskan Kasi Jasa Wisata Disbudpar Kabupaten Bogor, H Arifin saat menggelar ‘Travel Dialog Fam Trip 2011‘ di Taman Wisata Matahari (TWM) kawasan Puncak Bogor.
       Dia mengakui, program Visit Bogor 2011 yang sudah sekitar satu tahun dicanangkan dan dipersiapkan secara matang ini tentunya bukan sekedar lewat dan berlalu tanpa arti. Karena dalam Visit Bogor ini banyak hal yang diharapkan dapat dicapai.”Jadi baik secara langsung oleh para pelaku dan pemangku kepariwisataan dengan segala upaya akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor. Sedangkan untuk masyarakat luas akan mendapatkan dampaknya, yang secara ekonomis dapat meningkatkan penghasilan dari sektor ini. Dan mudah – mudahan program ini sukses dan dapat mencapai target 20 persen jumlah kunjungan wisatawan ,”harapnya.

PANSUS LKPJ GUBERNUR KUNKER

KE EMPAT WILAYAH DI JAWA BARAT

Bandung, INA-INA. 
         Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat daerah ( DPRD) Provinsi Jawa Barat yang tengah membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010, tampaknya harus bekerja keras untuk menuntaskan hasil bahasannya. Pembahasan yang dilakukan sampai larut malam tersebut, baik melalui rapat kerja maupun kunjungan kerja ke lapangan. Bahkan, untuk lebih mendalami materi yang tengah dibahas, Pansus membagi empat (4) kelompok melakukan kunjungan kerja ke Wilayah Depok, Tasikmalaya, Sukabumi dan Cirebon.
      Kunjungan ke Wilayah Sukabumi yang termasuk wilayah I, di pimpinpin Wakil Ketua Pansus, Didin Supriadin, S.Pd., M.Si mendalami program ketahanan pangan, program listrik perdesaan, program pendapatan di wilayah Cibadak, serta melihat kondisi ruas jalan lingkar Sukabumi.
     Ketika berada di Desa Cicantayan Kecamatan Cincantayan Kabupaten Sukabumi yang pada Tahun 2010, termasuk yang mendapat program desa rawan pangan. Di desa tersebut, rombongan pansus mendapat penjelasan KepalaDesa dan di damping dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat.

13 April 2011

OKNUM DINSOSNAKERTRAN

KECOH WARTAWAN
Bogor, INA-INA.  
       Sikap dan perilaku tidak terpuji yang dilakukan oknum kepala seksi Bina Sosial dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Dinsosnakertran ) Kabupaten Bogor yang bernama Lenny Rachmawati sungguh tidak kooperatif kepada para insan media. Pasalnya, Kasi Bina Sosial yang juga selaku ketua panitia dalam kegiatan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) tersebut, enggan memberikan keterangan kepada wartawan.” Minta keterangan nanti saja, kegiatan ini selama tiga hari kok. Jadi wawancaranya kapan – kapan saja,” kata Lenny dengan nada ketus saat dihubungi wartawan (22/3).

OKNUM KEPALA SEKOLAH

DIDUGA MEMERAS ORANG TUA SISWA

Bogor, INA-INA.
          Sebagian besar orang tua siswa SDN Banjarsari 02 Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor, mengecam atas perilaku oknum kepala SDN Banjarsari 02 , Eman Sulaeman . Pasalnya kepala sekolah tersebut telah melakukan pungutan liar ( pungli ) kepada orang tua siswa sebesar Rp.10 ribu persiswa  untuk  menyewa  buku  paket yang disediakan pemerintah pusat . Padahal buku tersebut disediakan pemerintah untuk dipinjamkan secara cuma – cuma kepada para siswa sebagai buku pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar ( KBM ).
         Bahkan berdasarkan informasi yang dihimpun dari para orang tua siswa, kepala sekolah bukan saja melakukan pungli lewat sewa buku pake, tapi melakukan juga penjualan buku LKS kepada sejumlah siswa. Sehingga atas  tindakan kepala sekolah tersebut, para orang tua siswa merasa dirugikan, bahkan dari  mereka yang tidak terima. Apalagi  dengan beban biaya hidup yang kami tanggung saat ini sangat sulit. ”Saya tidak terima ulah kepala sekolah yang melakukan pungli dan penjualan buku LKS kepada anak kami,”katanya.

11 April 2011

Launching Lomba Design Jembatan Cikapundung

Sebagai Ikon Baru Kota Bandung

Bandung, INA-INA.
     Sungai Cikapundung merupakan salah satu sungai terbesar diantara 48 sungai yang ada di Kota Bandung, memiliki makna sejarah bagi perkembangan kota, hulu sungai berasal dari daerah Kabupaten Sumedang sampai ke hilir di Sungai Citarum Kabupaten Bandung, seluruhnya memiliki panjang 28 kilometer sangat potensial sebagai objek wisata karena mudah untuk dijangkau masyarakat, di mana 15,5 kilometernya mengalir membelah di Kota Bandung, namun 10,5 kilometer 68,20 %) diantaranya, melewati daerah pemukiman padat.
    Persoalan lingkungan hidup berkaitannya dengan keberadaan Sungai Cikapundung disebabkan pola pikir masyarakat, memperlakukan sungai sebagai tempat ideal pembuangan sampah, limbah industri maupun domestic. Pada waktu lalu kondisi ini mengakibatkan tidak satupun sungai di Kota Bandung terbebas dari pencemaran, juga masalah infrastuktur jembatan dan kualitas air yang semakin menurun, juga suasana sekitar sungai yang tidak lagi memberikan kenyamanan bagi masyarakat di sekitar sungai.

10 April 2011

Temu Alumni Fakultas Teknik Uninus

”Teknik Dari Masa Ke Masa”
 
Alumni Fakultas Teknik Uninus Bandung berfoto bersama, Minggu. 10/4
 Bandung, INA-INA.
        Ratusan Alumni Fakultas Teknik Universitas Islam Nusantara Bandung angkatan 1982 – 2004 bertemu dan saling melepas rindu kangen-kangenan di Kampus Uninus, Jalan Soekarno Hatta Bandung, Minggu, (10/4).
        Para alumni Fakultas Teknik ini tampak larut dalam suasana bahagia setelah bertemu dengan teman lama setelah sekian lama berpisah. Acara yang direncanakan dalam waktu singkat oleh panitia Reuni Fakultas Teknik Uninus ini berlangsung hangat dan meriah karena para alumni sangat antusias mengikuti acara ini, terbukti mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB para alumni tetap bertahan, malahan ada yang ingin acara ini berlanjut sampai malam.
         Panitia Penyelenggara Temu Alumni Fakultas Teknik Uninus Ir. Dedi Nurdadi mengatakan bahwa temu kangen ini dimaksudkan untuk mempereratkan hubungan silaturahmi antar sesama alumni Fakultas Teknik.  Banyak saran dan masukan yang konstruktif dari para alumni yang dapat dijadikan pedoman bagi pimpinan Fakultas Teknik Uninus untuk pelaksanaan program pengembangan. Para alumni sepakat untuk mengembalikan kejayaan Fakultas Teknik dulu bahkan lebih dari itu, alumni Fakultas Teknik harus menjadi yang terdepan dan diperhitungkan di mana saja dia berada. 
         Salah satu perhatian yang cukup tinggi yang diberikan oleh alumni Fakultas Teknik kepada kampusnya adalah memberikan sumbangan fikiran bahkan materi. Salahsatu program Alumni Fakultas Teknik ini akan memberikan bantuan beasiswa. Pada acara ini alumni untuk membantu program FTSP dan juga aktivitas Alumni ke depan. Diharapkan para alumni ini, bisa menyisihkan penghasilannya Rp. 10.000,-/bulan. Sehingga dana tersebut akan dipergunakan untuk pengembangan Fakultas Teknik, kegiatan alumni, membantu alumni yang belum berhasil, membantu mahasiswa Fakultas Teknik yang tidak mampu tetapi berprestasi melalui beasiswa, dan lain-lain program yang bermanfaat. Tidak terbayangkan berapa besar jumlah dana yang bisa dikumpulkan. Ini adalah potensi yang perlu selalu dipupuk oleh Fakultas Teknik ke depan,” ungkap Ir. Dedi Nurdadi kepada Indonesia-Indonesia, disela-sela kesibukannnya.
         Temu kangen ini juga dihadiri para dosen senior, sehingga membuat suasana pertemuan menjadi sangat berarti bagi alumni karena walaupun dosen senior ini sudah tertatih untuk melangkah, tetapi semangat mereka untuk bisa hadir bersama anak didiknya diacungkan jempol. Para alumni mengatakan kalau bukan karena mereka, para alumni ini tidak akan bisa seperti sekarang ini, begitu para almuni menghargai jasa para gurunya.

        Temu Alumni ini rutin diadakan setiap 3 (tiga) tahun sekali. Dalam temu alumni ini dibagi 3 (tiga) kategori/level, yakni 1. Sukses. 2. Pekerja. 3. Tidak bekerja. Alumni yang sukses bisa merangkul para alumni yang belum berkerja, sehingga terciptalah rasaa membangun kesatuan dan persatuan alumni Fakultas Teknik sampai kapanpun,” itu yang diharapkan kata Ir. Dedi.
        Acara bertambah meriah dihibur dengan Orgen Tunggal, sehingga para alumni saling unjuk suara, mulai dari suara fals sampai kepada yang profesional. ***Edwandi

09 April 2011

Isu Merapat Ke Partai Demokrat

Dada Rosada
Dede Yusuf
"Dede - Dada
Pasangan Ideal"

Bandung, INA-INA.
         Ramainya isu kepindahan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf dan Walikota Bandung, H. Dada Rosada ke Partai Demokrat. Kabar kepindahan Dede Yusuf dari Partai Amanat Nasional (PAN) ke Partai Demokrat, hingga saat ini masih belum ada kejelasan.
         Dede Yusuf ketika diminta komentarnya mengenai hal tersebut, Dede panggilan akrab Wagub Jabar ini masih enggan menjawab dengan pasti dan lebih tertutup soal isu kepindahannya, meski kabar tersebut sudah tersebar luas di masyarakat.
         “Malah saya belum dapat infonya, lagi rame tapi asyik lah,” ucap Dede, ketika ditanya sejumlah wartawan.
Menurut Dede, dirinya harus terlebih dahulu menunggu petunjuk sebelum menentukan pilihan dengan memohon kepada Allah, agar pilihannya benar.
         "Saya belum istikharah, nanti habis ini saya istikharah. Nanti dua hari lagi istikharahnya," ujarnya.
         Sebelumnya diberitakan, sejumlah petinggi Partai Demokrat di Jabar menyatakan Dede sudah menyampaikan niatnya bergabung ke Demokrat.
         Kabar kepindahan Wali Kota Bandung Dada Rosada ke partai Demokrat juga mencuat. Dada dikabarkan telah pindah per September 2010. Namun hingga kini Dada enggan mengomentarinya.
        Kabar kepindahan Dada ke Partai Demokrat disampaikan oleh Ketua DPC Demokrat Kota Bandung Erwan Setiawan yang juga Ketua DPRD Kota Bandung pada Oktober 2010 lalu. Menurutnya, Dada telah mempunyai kartu tanda anggota sejak September 2010 lalu.
       Sementara itu Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Iwan Sulandjana mengaku belum mendapat laporan mengenai Dada Rosada yang bergabung ke Partai Demokrat. Tapi ya bisa saja masuk ke DPC Partai Demokrat Kota Bandung . Tapi saya belum mengecek dan belum dapat laporan soal itu," ujar Iwan.
       Iwan menyatakan Partai Demokrat akan menerima siapapun, termasuk Dada Rosada yang sekarang menjabat sebagai Wali Kota Bandung dengan catatan, harus mengundurkan diri terlebih dahulu dari keanggotaan partai lamanya.
      Sebagai orang Sunda, Iwan akan menyambut baik kedatangan Dada seandainya dia akan masuk partai yang dipimpinnya.
      Menurut Iwan, Dada merupakan orang Sunda yang terbaik dan memiliki keunggulan. “Saya juga sangat gembira apalagi Pak Dada merupakan orang Sunda dan merupakan orang terbaik yang dimiliki Jawa Barat. Tapi ya itu tadi, dia bisa masuk Demokrat asalkan keluar dari partai lamanya,” tegas Iwan.
      Namun begitu, Iwan mengaku, saat ini pihaknya belum bisa bicara panjang lebar terkait isu kepindahan Dada Rosada ke Partai Demokrat. “Terus terang sampai hari ini kabar itu saya nilai masih sebatas isu saja. Belum ada permohonan apapun atau pembicaran apapun kepada DPD. Saya sendiri tahu kabar ini dari koran dan televisi,” aku Iwan seraya mengatakan hal serupa terkait isu Wakil Gubernur Jawa Barat yang juga dikabarkan akan merapat pada Partai SBY itu.
      Ketika disinggung adanya isu Dede Yusuf dan Dada Rosada merupakan pasangan ideal yang nantinya akan diusung Partai Demokrat pada pemilihan Gubernur 2013 nanti, Iwan mengatakan hal itu masih terlalu dini untuk dibicarakan. Dirinya pun tidak berwenang memutuskan karena hal itu akan ditentukan melalui mekanisme survei internal yang dilakukan oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat.
      Ditemui di tempat sama, Dada tampak enggan berkomentar banyak ketika ditanyai wartawan terkait isu kepindahannya ke Partai Demokrat. Dada hanya menjawab dirinya tidak akan berkomentar. “Saya no comment. Tanya saja ke Pak Iwan,” ujar Dada.
      Lalu, ketika ditanya apakah dirinya siap pindah dari Partai Golkar ke Partai Demokrat, Dada kembali berkilah. “Saya tidak mengatakan siap. Pokoknya no comment,” singkatnya. Edwandi


Lelang Kendaraan Operasional DPRD Jabar Akan Dibatalkan

Bandung, INA-INA.
       Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi Jawa Barat, Hj. Ida Hernida, SH., M.Si,  membenarkan bahwa memang sudah ada pemenang lelang untuk pengadaan  mobil operasional  yang akan digunakan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, sebagaimana sebagaimana diberitakan di media massa.
       Namun demikian, karena Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. Irfan Suryanagara menolak untuk menggunakan kendaraan operasional tersebut,   maka sekretariat dewan akan melakukan langkah agar lelang  tersebut dapat dibatalkan.
       Sekretar
is DPRD Provinsi Jawa Barat mengatakan hal tersebut, ketika menjawab sejumlah pertanyaan sejumlah wartawan sejumlah media cetak dan elektronik, di ruang kerjanya.(8/4)
       Menurut Ida Hernida, terkait  kemungkinan adanya sanksi akibat pembatalan tersebut, bisa saja saja terjadi. Namun demikian, hingga saat ini baru akan  mempelajari kira- kira, apa sanksinya.
      " Saya masih mempelajari dulu dampak dari pembatalan lelang tersebut. Saya berharap pemenang lelang bisa memahami dan memaklumi situasi dan kondisi yang ada yang mengakibatkan dibatalkannya lelang tersebut, katanya serius.
     Menurut Ida,  kejadian ini bisa dikatakan force majeur, dan sejauh ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pemenang lelang dan sama sekali tidak mengharapkan ada efek yang tidak menyenangkan terkait pembatalan ini.
     "Masalah ini telah menjadi berita nasional dan dengan peristiwa yang terjadi, saya yakin pihak-pihak yang berkepentingan dpat memahami", katanya.
      Menjawab pertanyaan wartawan mengenai anggaran, yang semula akan digunakan untuk pembelian mobil tersebut, menurut Ida, semuanya akan menjadi Silpa dan dikembalikan ke kas daerah. Disebutkan,  pengadaan kendaraan dinas di DPRD Provinsi Jawa Barat dilakukan dalam tiga tahap sejak tahun 2010.
      Sementara itu, ketika ditanyakan mengenai status kendaraan dinas yang telah digunakan oleh sebagian anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, menurut Ida Hernida,  status semua kendaraan tersebut adalah pinjam pakai. Artinya biaya pemeliharaan, bensin, kerusakan bahkan asuransi ditanggung sendiri oleh anggota masing-masing. Karena itulah menurut Ida, ada anggota yang memang menolak untuk mendapat jatah kendaraan tersebut dan merasa lebih baik menggunakan kendaraan sendiri.
       Dijelaskan pula, Untuk fasilitas Ketua DPRD sendiri, menurut Ida, sampai saat ini memang belum pernah mendapatkan kendaraan yang baru. Selain menggunakan kendaraan dinas yang lama, untuk kegiatan operasionalnya kadang-kadang menggunakan kendaraan pribadi artinya untuk BBM ataupun pemeliharaan ditanggung sendiri. Tim R

08 April 2011

Sampah Menumpuk Di Atas Makam Di TPU Pandu

Tumpukan sampah diatas Makam
Bandung, INA-INA
       Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung terkenal dengan kegiatan operasi bersih (Opsih), dan penghijauan lingkungan Kota. Dalam setiap kegiatan opsih dilingkungan Kota Bandung, Distamkam selalu mengutus pegawainya untuk selalu ikut dalam kegiatan tersebut. Apalagi kalau kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota BAndung, Wakil Walikota Bandung dan Sekretaris Daerah Kota Bandung, bisa jadi pegawai pemakaman pulang kerjanya magrib. Bahkan salah seorang pegawai kecamatan di Cibeunying Kaler, mengacungkan jempol dan salut melihat kinerja Kepala Bidang Pemakaman, Drs. A Bustomi Susanto yang langsung terjun kelapangan, bahkan tidak segan-segannya mencabuti rumput liar, sangat berbeda dengan kepala SKPD lainnya. Apakah Kabid Pemakaman Kota Bandung hanya sekedar mencari nama dan popularitas saja ?
        Mengapa bisa dibilang seperti itu, pantauan Indonesia-Indonesia dilapangan, sampah menumpuk diatas makam salah seorang ahli waris di TPU Pandu. Penumpukan sampah ini sudah berjalan sekitar 2 bulan lebih, seakan tidak ada kepedulian terkesan dibiarkan saja oleh pegawai pemakaman.
        Ini benar-benar kenyataan. Orang-orang yang berziarah ke makam keluarganya berdekatan dengan tumpukan sampah tersebut, kepada Indonesia-Indonesia mengaku risih dengan bau busuk yang menyengat ke hidung. Kalau begini terus keadaan lingkungan TPU Pandu yang sembrawut, banyak tumpukan sampah, bau kayak makam liar aja, padahal kita bayar retribusi tiap tahun sebesar Rp. 25.000,-Rp.30.000/ pertahun,” ungkapnya, (3/4) lalu.
       Pengamatan Indonesia-Indonesia, ratusan, bahkan ribuan lalat hijau beterbangan membentuk motif bintik-bintik hitam dan terus menari-nari di sekitar peziarah tersebut. Muara kebusukan itu adalah bersumber dari tumpukan sampah diatas makam tersebut.
         Kasie Kebersihan Bidang Pemakaman, Ajat ketika dikonfirmasi Indonesia-Indonesia, 2  (dua) bulan yang lalu mengenai tumpukan sampah tersebut, mengatakan bahwa ia tidak mengetahui mengenai adanya tumpukan sampah tersebut, kita sering melakukan opsih di TPU Pandu,” katanya. 
          Kepala TPU PAndu ketika beberapa kali hendak dikonfirmasi Indonesia-Indonesia selalu tidak ada ditempat. Stafnya selalu mengatakan Pak Usep lagi di Kantor Pak Kabid.
        Indonesia-Indonesia bahkan pernah memberitahukan kepada Kepala Bidang Pemakaman Kota Bandung, Drs. A Bustomi Susanto melalui SMS (Short Message Service) mengenai keberadaan tumpukan sampah diatas makam tersebut. Bahkan terkesan membiarkan kondisi itu terjadi hingga sekarang. Ketika berita ini diturunkan, sampah masih terlihat menumpuk di makam, (3/4) lalu. Edwandi

Jepang Konsumen Terbesar Batik Tulis

Bandung, INA-INA.
      Musibah gemba besar dan tsunami yang meluluhlantakan negeri Sakura/ Jepang sangat berdampak pada kerjasama perdagangan dengan Indonesia, termasuk dengan pengusaha atau perajin batik tradisional di Bandung.
     Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) Komarudin Kudiya mengatakan bahwa dampaknya memang terasa, namun masih aman. Ekspor masih jalan. Jepang menjadi salah satu konsumen batik tulis yang cukup besar selain negara-negara Afrika. Batik biasanya dibuat sebagai kain kimono, pakaian tradisional Jepang,” ungkap Komarudin yang juga pengusaha batik, Jumat, 8/4, di Bandung.
     Menurut Komarudin, gempa sempat membuat khawatir ekspor batik akan terganggu, namun masih lancar karena konsumen batik bukan diwilayah terjadinya gempa.
     Namun diakui Komar, volume ekspor batik sedang turun karena sejumlah kendala, seperti harga bahan baku kain serta benang yang terus merangkak naik.
      "Harga kain naik diatas 50% bahkan ada yang 200%, ini menyulitkan produksi perajin batik, dampaknya produksi terbatas." Bahan baku, masih impor dari luar negeri. Khususnya kain sutra yang harus diimpor dari China.
      Jepang selama ini menjadi konsumen terbesar untuk batik tulis sementara negara Afrika lebih menggemari batik printing. Edison/Edwandi

Bangar DPRD Jabar Studi Banding Ke DPRD Sumbar

Bandung, INA-INA
        Dalam rangka mendapatkan masukan terkait mekanisme pembahasan anggaran, Badan Anggaran (Bangar) DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke provinsi Sumatera Barat (Padang). Kunjungan ke Pemda Sumatera Barat, dipimpin HTM. Robby Suganda, S.S os dan yang diterima pimpinan Bangar DPRD setempat, Drs. Sukriyadi Syukur, belum lama ini.
       Dalam kunjungan kerja tersebut sejumlah anggota Bangar menyampaikan beberapa hal sekitar pembahasan anggaran dari provinsi tersebut, khususnya di luar perundang-undangan yang ada (normative), dan sebagai inovasi serta sejauh mana partisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas dalam pembahasan APBD.

       Selanjutnya Anggota Bangar juga mempertanyakan kaitan dengan alokasi dana Umum yang diperoleh dari pemerintah pusat, khususnya menyangkut bantuan dana penanganan bencana alam, mekanisme pembahasan APBD di Provinsi Sumatera Barat, besaran PAD, primadona pendapatan serta usaha-usaha yang dilakukan Pemprov Sumbar dalam meningkatkan PAD.
        Dalam dialog tersebut terungkap pula, Bangar DPRD Provinsi Sumatera Barat telah melakukan pembahasan Raperda APBD Tahun 2011 sejak bulan September sampai dengan akhir Nopember 2010. Sedangkan pembahasan rancangan KUA dan PPAS dan dilanjutkan dengan Pembahasan Raperda tentang APBD Tahun 2011 dengan alokasi waktu pembahasan sesuai dengan Permendagri No. 13 Tahun 2011 dan Permendagri Nomor 37 Tahun 2010.

Disebutkan pula, dakam upaya mendorong peningkatan PAD, dilakukan melalui ekstensifikasi dan intensifikasi pendapatan daerah dengan mencari obyek-obyek pendapatan daerah baru, yang sesuai dengan kewenangan daerah. Sedangkan intensifikasi pendapatan daerah dilakukan dengan mengoptimalkan pendapatan dari sumber-sumber yang telah ada, dengan melakukan akurasi data objek pajak, pemberian insentif dan pengurangan denda pajak bagi objek pajak yang menunggak.
       Terkait dengan sector utama pendapatan daerah, Provinsi Sumbar masih bersumber dari PKB, BBNKB dan PBBKB dan untuk pendapatan sector lain yaitu retribusi daerah, lain-lain pendapatan yang sah volumenya masih relative kecil.

       Sedangkan besarnya Pendapatan/APBD Provinsi Sumbar, secara umum komposisi APBD Provinsi Sumbar Tahun 2011 sebesar Rp. 2.123.681.661.518 dengan rincian Pendapatan Daerah Rp. 1.986.576.067.525,00, Belanja Daerah Rp. Rp. 2.123.681.661.518, Pembiayaan Daerah Rp. 185.185.495.480,00, Silpa Rp. 211.585.495.480,00.
      Sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah, menurut Syukri Syukur, prioritas pembangunan daerah Provinsi Sumatera Barat diarahkan pada 3 (tiga) sector, yaitu ke-PU-an, kesehatan dan pendidikan.Untuk ketiga sector ini lebih disebabkan oleh kebutuhan daerah dalam rangka penanganan bencana.
       Khusus untuk Pembahasan APBD selama ini, Sumatera Barat tetap mengacu kepada peraturan perundangan-undangan yang berlaku, meskipun dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang memungkinkan seperti halnya mencangkan dana aspirasi bagi tiap-tiap anggota DPRD. *** Tim R