08 April 2011

Jepang Konsumen Terbesar Batik Tulis

Bandung, INA-INA.
      Musibah gemba besar dan tsunami yang meluluhlantakan negeri Sakura/ Jepang sangat berdampak pada kerjasama perdagangan dengan Indonesia, termasuk dengan pengusaha atau perajin batik tradisional di Bandung.
     Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) Komarudin Kudiya mengatakan bahwa dampaknya memang terasa, namun masih aman. Ekspor masih jalan. Jepang menjadi salah satu konsumen batik tulis yang cukup besar selain negara-negara Afrika. Batik biasanya dibuat sebagai kain kimono, pakaian tradisional Jepang,” ungkap Komarudin yang juga pengusaha batik, Jumat, 8/4, di Bandung.
     Menurut Komarudin, gempa sempat membuat khawatir ekspor batik akan terganggu, namun masih lancar karena konsumen batik bukan diwilayah terjadinya gempa.
     Namun diakui Komar, volume ekspor batik sedang turun karena sejumlah kendala, seperti harga bahan baku kain serta benang yang terus merangkak naik.
      "Harga kain naik diatas 50% bahkan ada yang 200%, ini menyulitkan produksi perajin batik, dampaknya produksi terbatas." Bahan baku, masih impor dari luar negeri. Khususnya kain sutra yang harus diimpor dari China.
      Jepang selama ini menjadi konsumen terbesar untuk batik tulis sementara negara Afrika lebih menggemari batik printing. Edison/Edwandi

No comments:

Post a Comment