20 September 2011

Pemkab OKU Selatan Diklat Kepemimpinan Di Kab Bandung

Kab. Bandung, INA-INA.
   Pemerintah Kabupaten Bandung memiliki keunggulan dan kelebihan dalam bidang pariwisata, industri barang dan jasa serta bidang pendidikan. Hal tersebut yang menjadi dasar Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk melakukan Observasi Lapangan (OL) ke Kabupaten Bandung. Rombongan peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Kementerian Dalam Negeri Kabupaten OKU Selatan diterima langsung oleh oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung, H. Yudi Haryanto, SH beserta jajarannya, di Bale Sawala-Soreang, Selasa (13/09).

     Sekretaris Badan Kepegawaian Diklat (BKD) Kabupaten OKU Selatan, Bahdozen Hanan, S.Pd.,M.Si mengatakan bahwa menurut informasi serta pengamatan kami, bahwa Kabupaten Bandung banyak memiliki kesamaan dengan Kabupaten OKU Selatan, oleh karena itu kami memilih Kabupaten Bandung untuk dijadikan locus observasi lapangan” ungkap Hanan. 
    Bahdozen Hanan mengatakan kegiatan OL ini merupakan bagian integral dari program kurikuler Diklat Kepemimpinan Tingkat IV dengan maksud untuk menerapkan dan membandingkan teori yang diperoleh di kelas dengan kenyataan yang ada di lapangan. Ia menambahkan, locus (tujuan) dari OL ini akan dilakukan selama 5 hari mulai tanggal 12 s/d 16 September 2011 yang diarahkan pada beberapa bidang di lingkup Pemkab Bandung diantaranya yaitu Dinas Kesehatan, BKPP, BAPPEDA, BAPAPSI, BPMP dan Kelurahan Bale Endah Kecamatan Baleendah. “Oleh karena itu kami sangat berharap Pemkab Bandung dapat memberikan bantuan berupa informasi atau data serta fasilitas lainnya dalam hal pelaksanaan pelayanan pada instansi yang dijadikan locus OL ini,” katanya.
   Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung, H.Yudi Haryanto, SH menjelaskan bahwa masyarakat di Kabupaten Bandung memiliki ruang yang yang sangat luas untuk berperan aktif dalam keseluruhan proses pembangunan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai pada pengawasan. Yudi juga menjelaskan, kedudukan masyarakat dalam pembangunan adalah sebagai subjek yang turut menentukan arah pembangunan sesuai dengan prakarsa, tuntutan, kehendak dan kebutuhannya secara proporsional dan bertanggung jawab,” ungkap Yudi di hadapan puluhan peserta OL.
   Menurut Yudi, dalam konteks pembangunan daerah hal tersebut sesuai dengan visi Kabupaten Bandung yang menetapkan pendekatan pembangunan berdaya saing dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Sementara dalam rangka mewujudkan kualitas pelayanan yang BETTER (kualitas produk yang selalu lebih baik), CHEAPER (harga yang murah), dan FASTER (waktu pelayanan yang cepat), Pemkab Bandung menggunakan motto layanan “Rancage” yaitu Ramah, Aman, Nyaman, Cepat, Amanah, Gesit dan Gampang, serta Efektif dan Efisien.
    Terkait dengan bidang pariwisata, Yudi Haryanto menuturkan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Bandung sedang memfokuskan pengembangan potensi pariwisata di wilayah selatan. Hal ini dikarenakan objek wisata di wilayah utara yang semula merupakan primadona Kabupaten Bandung beralih ke Pemerintah Kabupaten Bandung Barat setelah dilahirkannya Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat.

     “Setelah OL ini berakhir, ada baiknya para peserta bisa mengunjungi kawasan wisata alam di wilayah selatan seperti Kawah Putih, Rancaupas atau Situ Patengang..”, tutur Yudi.

   Sedangkan dalam bidang Industri barang dan jasa, Ibukota Kabupaten Bandung, yaitu Kecamatan Soreang merupakan Home Industrinya pakaian jadi, “ Salah satu produk unggulannya adalah pakaian Jeans yang yang sudah terkenal di Cihampelas Kota Bandung..”, tambahnya pula. Oteu

No comments:

Post a Comment