10 October 2011

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua :

 Perputaran AKD, Kita Harus 
Taat Kepada Tata Tertib Dewan”

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua
Bandung, INA-INA.
     Menanggapi rumor mengenai adanya pimpinan dan sekretariat DPRD Jabar yang dianggap telah melecehkan Partai Demokrat Jabar dikarenakan menunda -nunda rotasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dari Fraksi Demokrat.
       Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengadakan pertemuan dengan DPD Partai Demokrat Jabar di Hotel Preanger Bandung, Kamis (6/10) malam. Nampak hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Iwan Sulanjana, Ketua DPRD Jabar, Ir. H. Irfan Suryanagara dan Sugianto.
     Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua ketika ditemui Indonesia-Indonesia mengatakan bahwa mengenai perputaran AKD, “Kita semua Harus taat kepada tata tertib dewan, dewan itu punya tata tertib jadi kita harus mengikuti tata tertib dan saya sudah sampaikan ikutilah juga tata tertib dari dewan itu supa-ya tidak rancu”, katanya.
       “Kita semua Harus taat kepada tata tertib dewan, dewan itu punya tata tertib jadi kita harus mengikuti tata tertib dan saya sudah sampaikan ikutilah juga tata tertib dari dewan itu supaya tidak rancu”, ujar Max.
      Lebih Lanjut Max menerangkan “bahwa di DPR RI juga sama setelah setahun bekerja kita mela-kukan evaluasi di dewan ini cocok nggak disini kalau tidak cocok ya di sana, jadi tidak ada preventif suka dan tidak suka disana, yang merasa bahwa dirinya dipindahkan itu karena memang mungkin kita belum mampu mendalami prosedur di legislatif itu kayak sebenarnya apa", ucapnya.
      “Tidak semata mata jadi anggota dewan itu terus tidak bisa di dakwa atau diapa-apakan lagi oleh partai, fraksi adalah perpanjangan tangan dari partai otomatis line otority dari partai yang sampai ke fraksi itu yang di kerjakan teman-teman anggota fraksi. Ketika partai memberikan instruksi, maka harus dilaksanakan.
    Disinggung mengenai Musyawarah Daerah (Musda), Max Sopacua menjelaskan ada sekitar delapan daerah lagi yang belum melaksanakan musda, jawabannya memang karena daerah Jabar itu dekat ya, jadinya di prioritaskan nanti bulan depan kita selenggarakan musda, termasuk Maluku Utara dan Papua Barat tahun ini harus sudah selesai.
     Terkait rumor yang berkem-bang bahwa Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat telah merestui Iwan Sulanjana untuk menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Periode 2011 - 2016, kalau bukan beliau yang jadi berarti ini suatu kegagalan dari SBY.
       Max menjelaskan, “saya kira itu hal yang wajar wajar saja, itu kan yang kita lihat Pak Iwan yang merupakan incumbent yang telah bekerja sekian tahun yang membe-sarkan partai ini, kalau ada asumsi begitu tentu adanya semacam reward dari partai kepada mereka tapi bagaimanapun juga partai akan berprinsip terhadap apa yang kita sebut konstelasi politik suara, konstelasi politik yang berkembang ini harus demokratis yang terbangun, artinya partai democrat menganut faham demokratis ini adalah mengakomodir suara, Pak Iwan kalau memang memiliki suara terbanyak dia yang akan terpilih menjadi Ketua DPD Jabar, Pak Iwan saya kira mendapat dukungan oleh banyak orang.
     Bagaimanapun juga Bapak SBY menginginkan yang terbaik untuk Jabar ini karena Jabar ini barometer yang terbesar pemilihnya dan Jabar ini juga lumbung terbesar bagi Partai Demokrat”, ungkap Max.   Edwandi
 


No comments:

Post a Comment