24 September 2015

Kasubag Umum Satpol PP Kota Bandung, Rita

“Bantah Adanya Pemotongan Anggaran Kegiatan 5 Persen”

Bandung, INA-INA.

Kasubag Umum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Rita membantah adanya dugaan pemotongan anggaran kegiatan sebesar 5 persen. 

Menurut Rita, bahwa saya tidak pernah melakukan pemotongan anggaran kegiatan Satpol PP. Itu informasi dari mana ? kata Rita informasi itu tidak benar,” dalih Rita ketika ditemui Indonesia-Indonesia diruang kerja baru-baru ini.

Rita mengakui bahwa ada 6 kegiatan yang ia pegang, diantara pengadaan komputer, ATK, pembangunan sarana dan prasarana. Anggaran kegiatan ini tidak ada yang kami potong,” ungakp Rita. 

Salah seorang Tokoh Pemuda Kota Bandung, Zulkarnaen menutur pemotongan anggaran kegiatan / proyek sebesar 5 – 10 persen oleh oknum dinas bukan hal yang aneh lagi, dari dulu pemotongan anggaran kegiatan ini memang sudah, biasanya dalihnya untuk operasional Kepala SKPD,” ungkap Zul.

19 September 2015

“Satpol PP Kota Bandung Tidak Punya Nyali”

Reklame Rokok Ilegal Hiasi Kota Kembang

Bandung, INA-INA.
Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung dibawah Kepemimpinan Eddy Marwoto seakan melempem, dan tidak punya nyali dalam menindak pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung. Seperti reklame rokok ilegal tidak beberapa jauh dari Kantor Satpol PP Kota Bandung dibiarkan saja. Keberadaan reklame ilegal ini sudah jelas melanggar Perda Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan reklame.
Reklame ilegal yang notabene sebagian dimiliki oleh perusahan rokok terkesan dibiarkan, ada dugaan ada “permainan” oknum Satpol PP Kota Bandung dengan pengusaha rokok, sehingga tidak berani untuk menertibkan reklame rokok ilegal tersebut.
Kota Bandung yang dikenal sebagai Kota Kembang kini dihiasi dengan reklame rokok ilegal. Dari hasil pantauan Indonesia-Indonesia reklame ilegal ini tersebar di beberapa ruas jalan pusat kota Bandung, seperti dijalan Pasteur, Cihampelas, Soekarno Hatta, Ahmad Yani, Pelajar Pejuang, Moh. Toha dengan berbagai macam ukuran. Himbauan Walikota Bandung, M. Ridwan Kamil mengenai larangan dan pembatasan iklan reklame rokok seakan tidak dihiraukan oleh Penegak Peraturan Daerah Kota Bandung.