19 September 2015

“Satpol PP Kota Bandung Tidak Punya Nyali”

Reklame Rokok Ilegal Hiasi Kota Kembang

Bandung, INA-INA.
Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung dibawah Kepemimpinan Eddy Marwoto seakan melempem, dan tidak punya nyali dalam menindak pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung. Seperti reklame rokok ilegal tidak beberapa jauh dari Kantor Satpol PP Kota Bandung dibiarkan saja. Keberadaan reklame ilegal ini sudah jelas melanggar Perda Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan reklame.
Reklame ilegal yang notabene sebagian dimiliki oleh perusahan rokok terkesan dibiarkan, ada dugaan ada “permainan” oknum Satpol PP Kota Bandung dengan pengusaha rokok, sehingga tidak berani untuk menertibkan reklame rokok ilegal tersebut.
Kota Bandung yang dikenal sebagai Kota Kembang kini dihiasi dengan reklame rokok ilegal. Dari hasil pantauan Indonesia-Indonesia reklame ilegal ini tersebar di beberapa ruas jalan pusat kota Bandung, seperti dijalan Pasteur, Cihampelas, Soekarno Hatta, Ahmad Yani, Pelajar Pejuang, Moh. Toha dengan berbagai macam ukuran. Himbauan Walikota Bandung, M. Ridwan Kamil mengenai larangan dan pembatasan iklan reklame rokok seakan tidak dihiraukan oleh Penegak Peraturan Daerah Kota Bandung.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan dirinya menutup izin seluruh reklame rokok di Bandung. "Jadi kalau saat ini ada reklame iklan rokok di Bandung, maka kami pastikan ilegal. Saat ini Pemkot Bandung tidak mengeluarkan perizinan pemasangan reklame dari perusahaan rokok,” ungkap Kang Emil.
Dinas Pemakaman dan Pertaman Kota Bandung melalui Kasi Pengawasan, Pengendalian dan Tim Teknis Reklame, Iwan Sugiono ketika dikonfirmasi Indonesia-Indonesia diruang kerjanya mengatakan bahwa ijin reklame rokok harus ada melalui beberapa Dinas, Distamkam dalam hal ini hanya melakukan pengawasan dan pengendalian. Perizinan ada di BPPT. Terkait reklame tidak berijin, maka sebagai eksekutor terhadap pelanggar Perda reklame yaitu Satpol PP sesuai dengan Perda Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2012,” ungkap Iwan.
Menurut Iwan, Diskamtam Kota Bandung sesuai dengan tupoksi kami sudah sering mengirimkan surat pemberitahuan langsung kepada  Kepala Satpol PP Kota Bandung, tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya. Hasil pendataan dan pengawasan yang kita lakukan ditemukan beberapa reklama ilegal, dan datanya langsung kita antarkan ke Kasatpol PP, surat dari kita sudah sering tapi implementasi dan tindaklanjutnya tidak ada, arsip surat kita ada kok. Kita jaga-jaga aja, jika ada pemeriksaan dan mempertanyaan keberadaan reklame ilegal, jangan sampai kita disalahkan selaku pengawasan dan pengendalian tidak memberikan data reklame ilegal kepada Satpol PP. Diskamtam hanya mempunyai fungsi menginventarisir dan melaporkan melalui surat resmi setiap pelanggaran yang ditemui di lapangan kepada instansi yang berkaitan dan berwenang untuk melakukan penertiban,” jelasnya,” Iwan.
Kasi Penyidik dan Penyelidikan Satpol PP Kota Bandung, Mujahid Syuhada seperti alergi ketika hendak dikonfirmasi Indonesia-Indonesia mengenai kebaradaan reklame rokok ilegal yang menghiasi Kota Bandung.

Ikuti berita selanjut, mengenai “Dugaan Uang Koordinasi Pembukaan Segel Salah Satu Panti Pijat di Kota Bandung”. Jerry Yosben/Edwandi

No comments:

Post a Comment