12 May 2018

Menko Maritim : Jangan Beri Ruang Untuk Perusak Lingkungan

Jakarta. indonesia-indonesia.com - Program Citarum sudah di gulirkan beberapa tahun yang lalu, sudah banyak anggaran di gelontorkan Pemerintah, namun hasil nya masih saja nihil. Baru setelah Presiden menanda tangani PerPres 15 Tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum, pada 14 Maret 2018, kondisi Citarum berubah, TNI di beri tugas melaksanakan Penataan Ekosistem, hasil nya, semua yang di babad habis demi terciptanya Citarum Harum.

Citarum dengan panjang 268 Km, di bagi menjadi 22 Sektor, setiap Sektor di pimpin oleh seorang Perwira Menengah dengan pangkat Kolonel, hanya butuh waktu 4 Bulan Citarum berubah.
Sampah yang tadinya menggunung di Bantaran Citarum Sekarang sudah tidak Ada lagi, begitu juga dengan bangunan permanen dan semi permanen, semua di bongkar, masyarakat sudah mulai paham akan penting nya Citarum yang bersih dan terawat.

Dalam Press Conference Jumat 11 Mei di Ruang Rapat Menko Maritim Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, di hadapan 30 Wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online, Menko Luhut menegaskan bahwa semua Perusahaan yang merusak lingkungan dengan membuang limbah nya langsung ke Citarum harus di tindak tegas, " Tadi saya sudah lakukan koordinasi dengan Jaksa Agung, kita akan lakukan tindakan yang tegas karena klo ini di biarkan terus korban nya akan semakin banyak." Tegasnya.
 
Menko menambahkan ada 27 juta jiwa warga yang tinggal di sekitar Citarum, harus di selamatkan, " Kita masih kasih waktu mereka 3 bulan, tapi dari sekarang tetap kita periksa, dan klo masih ada yang berani buang, kita tinggal. " Tambah Nya.

Tentang hasil kajian pencemaran di Sungai Citarum, Sesjen Wantanas Doni Monardo yang mendampingi Menko Luhut membenarkan pernyataan tersebut. " Bulan November 2017, KesDam III Siliwangi melakukan Penelitian atas permintaan Menko untuk meneliti seluruh mata air, mulai dari Cisanti sampai Muara Gembong, seluruh Aliran Sungai sampai Situ Cisanti sudah mengandung logam berat dan berbagai jenis bakteri, yang membahayakan adalah bakteri Pseudomonas Aeragonosa. " Beber Perwira yang pernah menjabat sebagai PangDam III Siliwangi ini. Setelah di teliti tidak hanya Sungai Citarum yang sudah tercemar parah, tapi juga Sungai Cisadane dan Sungai Ciliwung mengalami nasib yang sama. ( H2W )