Ragam



IRWAN KETUA RW 08

Wakil Walikota Bandung,  
Ayi Vivanand
Letakan Batu Pertama Pembangunan Posyandu RW 08 
Kelurahan Rancanumpang - Gedebage


Bandung, INA-INA.
Lurah Rancanumpang, Ir. S Boedhi H menyalami Wawalkot Bandung Ayi Vivananda
        Warga RW 08 Kelurahan Rancanumpang Kecamatan Gedebage Kota Bandung, akhirnya memiliki Posyandu. Meskipun belum selesai dalam bentuk fisik, peletakan batu pertama yang dilakukan Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda sudah memberikan harapan bagi warga.
        Jumat, 8 April 2011, merupakan hari yang spesial bagi warga RW 08 Keluarahan Rancanumpang. Mereka bisa memiliki Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) secara permanen, meskipun belum selesai dibangun. Turut hadir pada peletakan batu pertama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung, Ketua Paguyuban Camat Se Kota Bandung, Camat Gedebage Drs. Zamzam Nurzaman, Lurah Rancanumpang Ir. Rd. Slamet Boedhi Hermawan, Ketua TP PKK Kelurahan Rancanumpang, Ketua LPM Kelurahan Rancanumpang, Ketua DKM, Ketua Forum RW, para Ketua RW/RT Se-Kelurahan Rancanumpang, LSM, Ormas BBC dan tokoh masyarakat lainnya.
        Sementara itu RW 08, Irwan mengatakan bahwa pembangunan posyandu ini digalang dari insipirasi warga untuk mewujudkan suatu proses yang berkesinambungan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara terencana dalam setiap bidang kehidupan.
        RW 08, kata Irwan meliputi 5 (lima) RT dengan 300 Kepala Keluarga. Pembangunan posyandu ini membawa harapan baru untuk percepatan pembangunan di wilayah Kelurahan Rancanumpang. Program-program RW 08 yang berkesinambungan dengan program pemerintah Kota Bandung yaitu, penataan sarana dan prasarana lingkungan RT 01 – RT 05, penataan ruang terbuka hijau, Penataan sarana ibadah dan keagamaan, penataan system dan sarana pengamanan, seperti pos satpam, dan penataan Sub Bidang Kebutuhan Seksi-seksi RW 08 seperti seksi pemudang danolahraga, karang taruna, pembangunan perekonomian dan UMKM, kerohanian, Posyandu dan lingkungan hidup yang mendukung program pemerintah Green and Clean.
       Diharapkan dengan adanya rencana penataan pembangunan di RW 08 ini, dapat meningkatkan kualitas hidup, ketentraman dan kenyamanan warga di lingkungan RW 08, sehingga lahan-lahan serta fasilitas yang belum diberdayagunakan dapat berfungsi dan di manfaatkan bagi lingkungan sekitarnya, baik untuk sosialisasi, silaturahmi warga, unsure edukasi, kesehatan, arena bermain anak-anak, keseniadan olahraga,” ungkap Irwan.
       Lebih lanjut Irwan menjelaskan bahwa rencana pembangunan lingkungan di RW 08 ini, dengan melakukan penanganan estetika lingkungan baik sarana maupun prasarana yang dibutuhkan oleh warga. Meningkatkan keamanan, kenyamanan dan ketentraman warga. Dan kita ingin RW 08 ini menjadi icon atau percontohan bagi RW-RW lainnya khususnya di Kota Bandung, Indonesia umumnya, dengan meningkatkan eksestensi pengurus-pengurus RW dalam mengelola berbagai kegiatan kemasyarakatan.
      Irwan mengucapkan terima kasih kepada Lurah Rancanumpang Ir. Rd. Slamet Boedhi Hermawan yang telah membimbing dan memberikan arahan kepada kami dalam menata lingkungan RT dan RW di Kelurahan Rancanumpang.
      Sementara itu, Lurah Rancanumpang Ir. Rd. Slamet Boedhi Hermawan  berharap pembangunan gedung posyandu yang merupakan swadaya masyarakat bisa menimbulkan rasa tanggung jawab untuk memelihara gedung dan meningkatkan kemandirian dari masyarakat, serta masyarakat sekitar khususnya dalam kegiatan posyandu dan kesehatan masyarakat bisa mendapatkan kenyamanan dan kemudahan. ***Edwandi/Jeri



BKM Bina Dharma Kelurahan Garuda  
Rembug Warga Dan Pengangkatan Pengurus Baru 2011-2013
Bandung, Ina-Ina.
      Pada hari Minggu tanggal 26 Desember 2010 bertempat di Aula Kelurahan Garuda Jl. Elang Bandung telah dilaksanakan rembug warga dan pengangkatan pengurus baru BKM Bina Dharma dimana pengurus lama periode 2008-2010 telah berakhir sehingga diperlukan sosialisasi untuk program PNPM tahun 2011 s.d 2013. Dalam kesempatan ini Maman Rukman selaku ketua terpilih dengan jajaran barunya telah memaparkan program yang akan dilakukan kedepan dalam rangka mengembangkan BKM dalam bidang Ekonomi, sosial dan lingkungan dimana BKM itu sendiri berjalan dengan dasar usulan skala prioritas yang masuk dari masyarakat karena nantinya ketika dana dari Pemerintah pusat dan daerah turun semuanya akan dialirkan sesuai dengan program yang diajukan oleh masyarakat. Keberhasilan yang telah dilakukan sebelumnya adalah dengan malaksanakan betonisasi gang, membuat sumur resapan dan kegiatan lainnya seperti yang dilaksanakan secara simbolis dalam acara ini berupa pemberian 150 beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu di lingkungan kelurahan Garuda.
      BKM Bina Dharma Garuda alah termasuk salah satu BKM yang masih bertahan sejak jaman P2KP ada sehingga karena dipegang oleh orang-orang yang professional dalam bidangnya sehingga dana yang turun akan secara maksimal terserap dalam kegiatan-kegiatan yang semuanya berasal dari masyarakat.
     Menurut Maman Rukman “ dalam hal penggunaan dana kita menggunakan skala prioritas dimana semua dilakukan terukur dan mana program yang paling banyak mendatangkan manfaat bagi masyarakat di lingkungan Garuda “ sehingga masyarakatdapat merasakan betul dari program PNPM di kelurahan Garuda yang terdiri dari 6 RW dan 36 RT dimana setiap RT / RW ini mengusulkan skala prioritas bagi masyarakat yang ada di wilayahnya dan itupun hasil rembug warga di RW masing-masing.
    Dalam Kesempatan ini juga Lurah Garuda, Heryono S.H sangat menyambut baik dan memberikan apresiasinya bagi kemajuan BKM Bina Dharma dimana beliau selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan di kelurahan Garuda umumnya dan Kegiatan PNPM melalui BKM pada Khusunya karena semuanya tentunya ingin bagaimana kesejahteraan masyarakat bisa meningkat dan angka kemiskinn setiap tahunnya akan berkurang serta dalam acara ini beliau juga mengumumkan pengangkatan pengurus BKM Bina Dharma periode 2011-2013.
     Masyarakat dan tokoh masyarakat di kelurahan Garuda sangat antusias sehingga merka berbondong-bondong ingin mengetahui acara rembug warga ini dan tentunya juga ini menunjukan kekompakan dan kebersamaan yang dibangun di Kelurahan Garuda ini telah terbentuk dengan baik tak lepas dari peran serta aparatur pemerintahan setempat yang sangat proaktif terhadap warganya.  D. Iskandar / 541

Tampak dalam Gambar ketika pk Heryono,SH ( Paling Kiri ) melakukan 
pengangkatan pengurus baru BKM Bina Dharma periode 2011-2013.

Para Ketua TPK Se-Kecamatan Maniis
Laksanakan PNPM-MP Tahun 2010 Penuh Sesuai Prosedur

Purwakarta, INA-INA
      Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) visi tercapainya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat miskin perdesaan, kesejahteraan berarti terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, kemandirian berarti mampu mengorganisir diri memobilisasi sumber daya yang ada dilingkungannya, mampu mengakses sumber daya diluar lingkungannya serta mengelola sumber daya tersebut untuk mengatasi kemiskinan.
       Dan misi sebagai berikut : 1. Peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaannya. 2. Pelembagaan sistem pembangunan partisipasi. 3. Pengefektifan fungsi dan peran pemerintah lokal. 4. Peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana sosial dasar dan ekonomi masyarakat. 5. Pengembangan jaringan kemitraan dalam pembangunan.
      Dalam pelaksanaan PNPM-MP di Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta tahun 2010 :
1). Desa Cirama Hilir, nilai prasarana Rp.102.989.800,-, PNPM -MP Rp. 100.039.800,- swadaya Rp. 2.950.000,- untuk pembangunan Posyandu 2 (dua) unit dan Septitank 2 unit.
2). Desa Pasir Jambu, nilai prasarana Rp. 135.073.900,- PNPM-MP131.073.900,-, swadaya Rp. 4.200.000,-, untuk pembangunan jalan Rabat Beton sepanjang 238 meter, TPT 405 meter, dan jalan Telford.
3). Desa Sirnagalih, nilai prasarana Rp. 97.987.600,-, PNPM-MP Rp. 95.037.600,- sadaya Rp. 2.950.000,-, untuk pembangunan Posyandu 2 unit.
4). Desa Tegal Datar, nilai prasarana Rp. 332.724.400,-, PNPM-MP Rp. 322.789.700,-, swadaya Rp. 9.935.000,- untuk pmbangunan MDA 2 unit serta nilai prasarana Rp. 97.987.600,-, PNPM-MP Rp. 95.037.600,-, swadaya Rp. 2.950.000,- untuk posyandu 2 unit.
5). Desa Gunung Karung, nilai prasarana Rp. 97.987.600,-, PNPM-MP Rp. 95.037.600,-, swadaya Rp. 2.950.000,- untuk pembangunan posyandu 2 unit, serta nilai prasarana Rp. 191.168.350,-, PNPM-MP Rp. 181.133.350,-, swadaya Rp. 10.035.000,-, untuk pembangunan jalan Rabat 500 meter, jalan Telford 350 meter, TPT 203 meter, gorong-gorong buis beton 4 buah.
6). Desa Cijati, nilai prasarana Rp. 323.137.800,-, PNPM-MP Rp. 317.387.800,-, swadaya Rp. 5.750.000,- untuk pembangunan MDA 2 unit.
7). Desa Sukamukti, nilai prasarana diperkirakan Rp. 230.000.000,-, swadaya Rp. 17.000.000,-, untuk pengerasan jalan sepanjang 3.000 meter, lebar 2,5 meter.
8). Desa Citamiang, nilai prasarana diperkirakan mencapai Rp.97.987.600,-, PNPM-MP Rp. 95.037.600,-, swadaya Rp. 5.000.000,-, untuk pembangunan posyandu 2 unit. PNPM-MP ini terlaksana atas kinerja kreatif para Ketua TPK se- Kecamatan Maniis dan peran serta warga masyarakat.
      Para Ketua TPK se-Kecamatan Maniis, ketika di Konfirmasi Indonesia-Indonesia menyatakan hal yang serupa, puji syukur kehadirat Allah SWT, atas kepercayaan pemerintah dan warga masyarakat kepada kami dalam menjalan PNPM-MP, sehingga dengan penuh rasa tanggungjawab dan sesuai dengan prosedur amanah ini kami jalankan, demi kepentingan dan kesejahteraan warga masyarakat," ungkap H. Syam Nur (Ketua TPK Desa Cirama Hilir), jidin (Ketua TPK Desa Sinargalih), Rahmat (Ketua TPK Desa Tegal Datar) , Burhan Sumpena (Ketua TPK Desa Cijati), Ustad Yayan (Ketua TPK Desa Sukamukti), dan Bubun Bunyamin (Ketua TPK Desa Citamiang).
       Sementara itu, Ketua UPK Kecamatan Maniis Ny. Anah Rohanah didampingi PJOK/Bidang Pembangunan PNPM-MP Asep Rahman memprediksi bahwa pelaksanaan PNPM-MP tahun 2010 berjalan dengan baik sesuai rencana sehingga pembangunan fisik di setiap desa khusus saat ini sesuai dengan prosedur, anggaran di bidang ekonomi pun yang diperuntukan bagi kelompok telah digulirkan pula, dan apabila ada hambatan dalam pembangunan fasilitas jalan, Posyandu, pendidikan madrasah hanyalah hambatan cuaca buruk melainkan musim hujan, begitu juga dengan pencairan dana serta kendala teknis lainnya seperti pelaporan dan lain sebagai, maka kami menghimbau kepada para Ketua TPK dan jajarannya dalam melaksanakan PNPM-MP yang sebaik-baiknya.
       Menurut Eman Sulaeman (Kades Cirama Hilir), H. Encang S (Kades Sinargalih), Bahrum M Mansyur (Kades Tegal Datar), Didi Soma Putra (KadesPasir Jambu), Dawan Suhendar (Kades Gunung Karung), Engko (Kades Cijati), Encu Samsudin (Kades Sukamukti), Enyang GP (Kades Citamiang) dihadapan Indonesia-Indonesia mengatakan kami sebagai penanggungjawab dan juga selaku pengawas mengatakan bahwa dalam pelaksanaan PNPM-MP dari hasil pantauan kami dilapangan program ini berjalan dengan lancar dan kondusif, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terwujud sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur di perdesaaan sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Ati R