Budaya


Dialog Hearing Antara DPRD Jabar 
Dengan Kalangan Budayawan


Foto:humas Pemprov Jabar
Cirebon, INA-INA.
     Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, menampung aspirasi kalangan budayawan. Hal tersebut terkemuka dalam dialog hearing antara DPRD Jabar dengan kalangan budayawan bertempat di Keraton Cirebon, baru-baru ini.
   Wakil Ketua DPRD Jabar, Uu Rukmana mengatakan bahwa diselenggarakannya hearing ini dimaksudkan untuk menampung aspirasi. Untuk di wilayah Cirebon, yang dihadiri oleh masyarakat, budayawan dan pelaku ekonomi setidaknya akan menjaring aspirasi dari mereka.
     Penyelenggaraan dialog hearing merupakan langkah maju yang dibuat oleh DPRD Jabar, karena biasanya dalam proses jaring aspirasi biasanya dilaksanakan dari bawah ke atas. Untuk DPRD Jabar, jaring aspirasi dilaksanakan dari atas ke bawah, dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung masalah yang ada di masyarakat serta sekaligus mendekatkan DPRD dengan masyarakat.
   Lebih lanjut Uu menerangkan bahwa dari pertemuan yang berlangsung kurang lebih 1 jam terungkap beberapa aspirasi diantaranya ada dukungan untuk kegiatan penyelenggaraan festival keraton sebagai salah satu kegiatan pelestarian budaya. Atas aspirasi tersebut, DPRD Jabar memberikan dukungan penuh, asal saja melalui kegiatan festival tersebut dapat bersinergi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam konteks pelestarian budaya yang lebih luas, mengingat banyaknya aspirasi yang juga membutuhkan dukungan program berikut pendanaan. Untuk mendukung hal tersebut, dibutuhkan grand desain pelestarian budaya. Jika grand desain budaya sudah terbentuk, akan dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) Pelestarian budaya," ujar Uu.  Tim R

 

 Mengkolaborasikan Kesenian Cina Dan Sunda 
Kirab Budaya Cap Go Meh 2012 


Bandung, INA-INA.
     Kirab Budaya Cap Go Meh akan kembali dilaksanakan di Kota Bandung untuk yang kedua kalinya setelah pelaksanaan serupa pada tahun lalu. Pada pergelaran tahun 2012 ini, akan hampir sama seperti tahun sebelumnya. Yakni akan diramaikan oleh barongsai dan liong.
   Koodinator Panitia Kirab Budaya Cap Go Meh, Budi Hartono mengatakan bahwa Kirab Budaya Cap Go Meh tahun ini akan melibatkan 70 barongsai dan 30 liong. Pada pelaksanaanya, diperkirakan akan diikuti sekitar 7.000 peserta. Mereka berasal dari sejumlah kelompok kesenian Cina dan kelompok kesenian budaya Sunda. Dari luar kota pun akan turut meramaikan pagelaran Kirab Budaya Cap Go Meh ini. Sekitar tiga ribu berasal dari luar Jawa Barat dari 50 kelompok kesenian seperti Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Manado. Konsep kegiatan Kirab Budaya Cap Go Meh 2012 mengkolaborasikan kesenian Cina dan Sunda. Para peserta akan melakukan pawai atau arak-arakan dengan cara berjalan kaki, yang dimulai dari Vihara Dharma Ramsi Jalan Ibu Aisah, Kota Bandung. "Nanti juga akan ada liong terpanjang, yaitu sepanjang 50 meter. Nantinya akan ada pawai dan arak-arakan,” ucap Budi Hartono ketika ditemui seusai melakukan rapat Koordinasi di Aula Markas Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, Jumat (3/2/12).
   Budi menambahkan bahwa acara akan dimulai sejak pukul 16.00 WIB dan berakhir pada pukul 23.00 WIB. Dan rute yang akan diambil, yaitu mulai dari Jalan Cibadak, Jalan Astana Anyar, Jendral Sudirman, Jalan Klenteng, Jalan Kebon Jati, Jalan HOS Cokroaminoto (Pasirkaliki), masuk ke Paskal Hyper Square, memutar arah ke Jalan HOS Cokroaminoto (Pasirkaliki), Jalan Kebon Jati, Jalan Gardujati, Jalan Jend Sudirman, Jalan Oto Iskandardinata, Jalan Cibadak.
   Budi berharap, pada pelaksanaanya akan berlangsung lancar dan tertib. Serta, meminta maaf kepada masyarakat Kota Bandung, jika terganggu arus lalu lintas atas kegiatan tersebut.
  Sementara itu, Wakapolrestabes Bandung AKBP Rhinto Prastowo mengatakan bahwa sebanyak 939 personel kepolisian dari jajaran Polrestabes Bandung siap mengamankan acara Kirab Budaya Cap Go Meh ini. Sejumlah ruas jalan rencananya dilakukan sistem buka tutup selama acara berlangsung. "Personel itu disiagakan di beberapa titik lokasi kegiatan. Seperti persimpangan yang dilalui pawai tersebut. Saat pawai nanti, peserta jalan kaki memanfaatkan setengah badan jalan raya," jelas Wakapolrestabes Bandung AKBP Rhinto Prastowo usai rapat koordinasi persiapan Kirab Budaya Cap Go Meh di Maporestabes Bandung, Jumat (3/2).
    Rhinto menjelaskan bahwa aparat kepolisian melibatkan Satlantas Polrestabes Bandung dan Polsek Andir dan Polsek Astanaanyar. Pada 2011 lalu, acara serupa ternyata berujung komplain oleh masyarakat lantaran terjadi kemacetan. "Maka saat rapat koordinasi tadi, kami tentu melakukan evaluasi-evaluasi dari tahun sebelumnya. Acaran nanti 'kan rutenya panjang dan berada di jalan utama. Kami harus antisipasi karena kegiatan dilasanakan Sabtu atau weekend yang merupakan waktunya tujuan wisata ke Bandung," ucap Rhinto. Soal buka tutup jalan, pengalihan arus, dan kemungkinan adanya jalan yang ditutup, menurut Rhinto masih perlu dikoordinasikan pula dengan Dinas Perhubungan Kota Bandung. Pihaknya belum bisa memastikan titik mana saja yang bakal menerapkan sistem buka tutup jalan. "Perlu koordinasi lagi dalam waktu dekat ini. Termasuk lokasi parkir bagi masyarakat yang ingin menonton. Berkaca dari data tahun lalu, penonton berasal dari dalam dan luar Kota Bandung., Kirab Budaya Cap Go Meh ini juga menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang ke Kota Bandung. "Waktu tahun lalu, hotel di Bandung penuh oleh wisatawan. Mereka mayoritas memang ingin melihat kirab ini," terangnya.
    Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Prijo Soebiandono mengatakan akan segera melakukan sosialisai kepada Organda. Sebab, rute atau jalur yang dipakai pawai itu dilalui angkutan kota dan bus DAMRI. "Tentu saja kami lakukan antisipasi dan segera sosialisasi kepada pengemudi angkutan umum. Ini demi kenyamanan semua pihak," ungkap Prijo. edwandi

DR.H. Marzuki Alie,SE.MM - Ketua DPR RI ;

  Revitalisasi Nilai Etika dan Moral Bagi Politisi

Pengembangan dan pembinaan kader politik perlu diarahkan untuk mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa, melalui aktualisasi nilai-nilai etika dan moral, dan penguatan ketahanan budaya dalam menghadapi derasnya nilai materialisme, meningkatkan kemampuan para politisi dalam mengapresiasi pesan moral yang terkandung pada setiap kekayaan dan nilai-nilai budaya bangsa; serta mendorong kerja sama yang sinergis antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi bangsa Indonesia, yaitu bangsa dengan peradaban mulia dan luhur.Hal tersebut disampaikan ketua DPR-RI Marzuki Alie pada acara Orasi Budaya 28 Desember 2011 di Jakarta dengan tema  Indonesia Dalam Genggaman Politisi Beradab.

Pemahaman terhadap “berperadaban” selalu berkaitan dengan persoalan etika dan moralitas yang tidak lepas dari masalah kebudayaan. Mempersoalkan kebudayaan Indonesia dalam etika dan moralitas dewasa ini menjadi penting, karena bagaimanapun, kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa yang dapat membedakan antara suatu bangsa dengan bangsa lain. Identitas budaya merupakan suatu perangkat konsep dan nilai yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan, antar sesama manusia, serta antara manusia dan alam semesta. Hubungan ini, terus mengalami perubahan tata-nilai akibat adanya interaksi antar budaya dan bangsa, dalam menghadapi tantangan yang berat dalam pembangunan bidang kebudayaan ini. Oleh karena itu, tema “politisi beradab” akan selalu berkaitan dengan perspektif kehidupan masyarakat, yang memiliki hubungan-hubungan tertentu, yang sering disebut sebagai struktur sosial (struktur masyarakat), sehingga penilaian terhadap politisi dapat saja berbeda diantara berbagai struktur sosial tersebut.

Dalam pidatonya, Ketua DPR mengemukakan bahwa DPR-RI telah memiliki aturan tertulis, dan ini berlaku sebagai "self control" bagi para anggota Dewan. Kehadiran anggota DPR dengan perangkat "built-in mechanism" berupa Kode Etik DPR. Kode Etik ini sangat diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan disisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalahgunaan kewenangan oleh DPR.Oleh karena itu, jika para Anggota Dewan ingin tampil sebagai politisi beradab, hanya akan dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, jika dalam diri para Anggota Dewan memiliki kesadaran kuat untuk mengindahkan etika dan moral pada saat ingin melaksanakan kewenangan konstitusionalnya.Tanpa etika dan moral, kredibilitas lembaga yang terhormat akan jatuh terdegradasi menjadi sebuah lembaga yang tidak lagi dipercaya rakyat.

Di akhir pidatonya, Ketua DPR menyimpulkan bahwa kesimpulan, bahwa politisi beradab adalah politisi yang memiliki etikadan moral yang dituntut untuk berperilaku yang mementingkan kebaikan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, yang terwujud apabila dilandasi oleh kejernihan hati nurani, moralitas, kerendahan hati, keikhlasan, kejujuran, dan tanggung jawab. Para politisiharus menyerahkan loyalitasnya kepada negara termasuk kepada pemimpin negara yang amanah, baik di pusat maupun di daerah. Loyalitas kepada negara harus lebih besar daripada loyalitas kepada partai atau kelompok ketika seseorang sudah menjadi pejabat negara. Inilah sosok politisi sejati yang digerakkan oleh wawasan kebangsaan yang terserap dalam dirinya.Untuk menciptakan politisi yang beradab diperlukan sebuah sistem dan mekanisme yang menunjang atau bahkan memaksa untuk itu. Sistem itulah yang mampu menunjukkan kepada publik mengenai kualitas moral dan etika yang dimiliki oleh aktor-aktor atau elite-elite politik yang kewenangan politiknya bersumber dari kedaulatan rakyat.*

Kota Bandung Masih Menjadi Tujuan Favorit wisatawan

Bandung, INA-INA.
    Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Jawa Barat, Cecep Rukmana menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke wilayah Jawa Barat pada tahun 2012 ini bisa mencapai 1 juta orang. “Tahun lalu jumlah kunjungan wisman ke Jabar capai 700 ribu orang, tahun 2012 kita harapkan menjadi 1 juta,” katanya.
Lebih lanjut Cecep mengatakan Kota Bandung dipastikan masih menjadi tujuan favorit wisatawan, baik lokal maupun mancanegara pada tahun 2012, dibanding daerah lain di Jawa Barat. “Dengan wisata kuliner dan belanjanya, Bandung masih menjadi incaran wisatawan yang datang,” ucap Cecep.
     Namun menurut Cecep, pencapaian target sejuta wisman dapat terealisasi selama daya dukung pariwisata yang ada dibenahi, mulai dari infrastruktur, akses serta transportasi sampai ke obyek wisata yang ada dan pembenahan lalulintas. “Disamping perlunya promosi yang gencar, banyak kendala yang perlu diperhatikan dan segera diperbaiki agar wisatawan khususnya wisman mau datang ke Jabar, misalnya kondisi bandara serta transportasi yang layak,” ungkapnya.
   Sementera itu, Vice President Indonesia Marketing Asociation (IMA) Bandung, Poppy Rufaidah mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus melakukan promosi pariwisata tidak hanya ke negara-negara tetangga yang dekat seperti Malaysia maupun Singapura, tetapi juga ke negara-negara Asia lain. “Potensi pasar wisatawan tidak hanya datang dari Malaysia maupun Singapura saja tapi juga negara-negara lain yang selama ini tingkat kunjungannya masih sedikit,” ungkapnya, (06/1) lalu.
     Menurut Poppy, beberapa negara yang mempunyai potensi pasar wisatawan cukup tinggi yang saat ini belum digarap serius diantaranya dari negara China, Korea, Jepang maupun India. “Negara-negara tersebut saat ini perekonomian dalam negerinya mulai tumbuh dengan pesat, ini peluang yang sangat baik,” ujar Poppy.
      Poppy menyatakan pasar China, Korea, Jepang dan India bisa menjadi alternatif setelah AS dan Eropa yang saat sedang diterpa krisis ekonomi. “Jika tidak melirik negara yang perekonomiannya tumbuh, sektor pariwisata di Jabar tahun 2012 bisa terimbas oleh krisis yang melanda AS dan Eropa,” tutur Poppy.
     Pada kesempatan lain, Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Jabar, Herman Mochtar mengatakan bahwa peningkatan kunjungan Wisatawan Mancanegara akan menggeliatkan roda perekonomian di Jawa Barat. “Sektor pariwisata masih memberikan kontribusi yang besar bagi pendapatan asli daerah (PAD) baik di tingkat kota/ kabupaten maupun provinsi, contohnya di Kota Bandung PAD dari sektor pariwisata bisa mencapai Rp 185 miliar,” ujar Herman.
     Menurut Herman, untuk meningkatkan PAD dari sektor pariwisata tersebut, pemerintah harus melakukan pembenahan sarana dan prasarana dengan harapan wisatawan baik lokal maupun mancanegara mau berkunjung ke Jabar. “Kalau pendukung memadai, wisatawan akan datang banyak berarti PAD terus bertambah," tutur Herman.
   Herman menyatakan, dengan banyaknya kunjungan wisatawan yang datang selain mampu meningkatkan PAD, juga mampu meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat sekitar dimana obyek wisata berada. “Dengan wisatawan banyak, masyarakat sekitar yang berjualan makanan maupun suvenir akan kebagian untung karena dagangannya banyak yang beli,” kata Herman. Tim R




Pemkot Bandung Cetak
Rekor MURI Kukuyaan

 Bandung, INA-INA.
     Pemerintah kota bandung berhasil mendapatkan penghargaan rekor dunia dicatat Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk acara Kukuyaan Peserta Terbanyak, (19/6/2011) lalu.
    Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivanda bersama sebanyak lebih dari 800 peserta kukuyaan turun mengarungi sungai Cikapundung sepanjang 2 km, kegiatan tersebut dimulai dengan berjalan kaki dari jalan merdeka kemudian para peserta kukuyaan berkumpul di sekitar Viaduct untuk turun ke sungai cikapundung menuju lapangan Jalan parkir timur depan Kantor PLN Distribusi Jabar dan Banten.
     Dua piagam penghargaan diberikan oleh Deputi Manajer MURI, Awan Rahargo kepada Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan penghargaan khusus bagi komunitas kukuyaan terbanyak di sepanjang Sungai Cikapundung kepada ketua panitia kukuyaan Rachim Asik, rekor tersebut dicatat MURI dengan No 4.952.

  Deputy Manager Muri mengatakan, Kukuyaan terbanyak tersebut sah dan mendapat pengakuan rekor Muri karena kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di dunia, dengan diikuti 821 orang terdiri 40 komunitas, "Kegiatan ini belum pernah terjadi di belahan bumi manapun, khusunya baru terjadi di Kota bandung, sebagai yang pertama di Indonesia bahkan dunia" katanya.

    Wali Kota Bandung, Dada Rosada sangat berterima kasih kepada warga Kota Bandung yang sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut dan menjaga kebersihan Sungai Cikapundung, menurutnya kegiatan tersebut merupakan bagian Program Cikapundung bersih yang telah dicanangkan sejak tahun 2004," Ini adalah bagian Gerakan Cikapundung Bersih dicanangkan di tempat ini sejak November 2004 waktu itu bersama Gubernur Jabar Pak Danny Setiawan dan Menteri Lingkungan Hidup," katanya.

    Ayi menuturkan, tujuan utama pemecahan rekor tersebut untuk mengajak semua warga masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai, karena sungai bukan tempat sampah melainkan ruang publik yang dapat dijadikan tempat bermain dan rekreasi, "sungai adalah ruang publik yang harus dijaga dan dilestarikan, Ini semata-mata bukan pencapaian Muri saja, tetapi salah satu bentuk untuk menghargai prestasi masyarakat dalam pembersihan dan pelestarian sungai, rekor ini menjadi sejarah bagi Kota Bandung," ujarnya.

     Kegiatan ini juga sebagai tanda mengingatkan adanya perda K3 (Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan) No 11/2005 tentang barang siapa membuang sampah di sungai akan dikenakan denda maksimal Rp.5 juta.

     Dikatakan Ayi, "Tanpa memandang bulu, bagi siapapun yang membuang sampah ke sungai, akan didenda maksimal Rp.5 juta atau kurungan selama 3 bulan, dan untuk perusahaan akan didenda Rp50 juta, termasuk hotel, rumah sakit maupun peternakan sapi" katanya berapi-api. ***Tim R


Hajat Cai Parahyangan Cikapundung 2011
Bandung, INA-INA.
Ayi Vivananda
   Pembangunan Kota Bandung berbasis lingkungan, menghendaki pertumbuhan fisik kota diseimbangkan dengan pembangunan lingkungan hidup. Komitmen bijak, tidak saja memenuhi amanat konstitusi tapi juga tanggung jawab moral peduli lingkungan. Motto juang Bandung bermartabat, diharapkan bukan sekedar membangkitkan semangat tapi juga rasa cinta terhadap alam, menjadikannya sahabat untuk kesejahteraan manusia sepanjang hayat.
    Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda dalam amanatnya pada acara hajat cai Parahyangan Cikapundung 2011, di Taman Wisata Budaya Dago Bandung, Rabu (15/06), Acara diprakarsai seniman, budayawan, LSM dan masyarakat pecinta lingkungan se Bandung. Ditandai penyerahan tujuh lodong (bumbung) bambu berisi air dari tujuh sember mata air untuk kemudian dituangkan ke Sungai Cikapundung.
    “Saya bangga diselenggarakannya hajat cai Parahyangan Cikapundung 2011 ini. Kegiatan ini tentunya dapat menjadi landasan untuk kita membangun peradaban manusia peduli lingkungan, manusia yang hormat dan mencintai sungai. Rasa bahagia juga saya sampaikan, ternyata ikhtiar ini pun didorong lahirnya deklarasi kerja bareng untuk sama-sama mengawasi sungai,” ujar Ayi yang dalam kesempatan ini, turut menandatangani naskah deklarasi bersama perwakilan kalangan akademisi, pengusaha, seniman, ormas dan tokoh masyarakat Bandung.
    Sungai Cikapundung, diakui Ayi, kondisi kini masih menanggung beban berat persoalan lingkungan akibat kegiatan masyarakat sekitarnya. Pemukiman padat penduduk sepanjang bantaran, dikatakannya banyak menyumbang kerusakan lingkungan berupa pencemaran. Terbesar berupa limbah dan sampah rumah tangga, mengakibatkan pendangkalan dan penyempitan sungai yang rawan banjir. “Menghindari kerusakan lingkungan yang berlanjut, kita segera bentuk satgas air. Pelanggar tertangkap basah buang sampah ke Cikapundung, dikenakan sanksi denda Rp. 5 juta. Bentuk penindakan dan mekanismenya saat ini masih kita rumuskan,” ujarnya yang merencanakan menerapkannya 19 Juni tahun ini.
    Lewat gerakan Cikapundung bersih yang telah dimulai sejak 2004, Ayi optimis, Cikapundung bersih secara bertahap bisa diwujudkan. Optimisme yang menurutnya cukup beralasan karena peduli Cikapundung menunjukan kemajuan berarti. Masyarakat tidak sekedar kerja bakti bersihkan sampah, mengangkat sedimentasi, menanam pohon tapi menjadikannya sebagai tempat bermain. Cikapundung digambarkan kini mengarah jadi tempat kegiatan seni budaya, tour olah raga arung jeram tradisionil jenis kukuyaan (arung jeram menggunakan media ban dalam mobil). Arung jeram khas daerah ini, disiapkan Ayi masuk rekor Muri kategori perserta terbanyak.
    Kota Bandung dengan akar budaya Sunda yang masih cukup kental terlebih didukung seniman dan budayawannya yang kerap mengaitkan kota ini dengan keberadaan nama besar Cikapundung , Ayi kembali optimis, Cikapundung wahana wisata dan budaya bisa diwujudkan. Bandung bakal nanjung (akan berjaya) pun bisa karena Cikapundung nya. “Cikapundung yang bersih, airnya jernih yang orang bisa mandi dan berenang tanpa jijik. Cikapundung yang airnya dapat dipakai keperluan rumah tangga seperti dulu lagi,” ujarnya optimis. ***Tim R



Ketua DPR RI, DR.H. Marzuki Alie :
Daya Saing Pariwisata Indonesia Urutan Ke 80
 

Lembang, INA-INA.
     Festival Budaya dan Pariwisata Gunung Tangkuban Parahu 2011 ini, merupakan bagian dari pengembangan kebudayaan dan pariwisata nasional, yang terus kita gali, kita angkat dan kita lestarikan.
    Hal tersebut dikatakan Ketua DPR RI, DR. H. Marzuki Alie pada pembukaan Festival Budaya Dan Pariwisata Gunung Tangkuban Parahu 2011, bertempat di Curug Nini Tangkuban Parahu, Cikole Lembang Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 14 Mei 2011. Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Dede Yusuf, Anggota Komisi X DPR RI, Melinda, Ketua DPRD Jawa Barat, Ir. H. Irfan Suryanagara, Anggota DPRD Jabar, H. Sugianto, Wakil Bupati Bandung Barat, Drs. H. Ernawan Natasaputra,M.Si, Kepala Perum Perhutani Unit III Jabar Banten Ir Bambang Setiabudi, Pimpinan Umum HU. Pikiran Rakyat, H. Syafik Umar, dan tokoh seni dan budaya se- Jawa Barat. 
   Saya selaku Ketua DPR RI menyambut baik terselenggaranya Festival Budaya dan Pariwisata Gunung Tangkuban Parahu 2011. Terselenggaranya acara Festival ini tentu merupakan tekad, niat baik, serta komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat di dalam menjaga, menjalin persatuan dan kesatuan di antara semua komponen masyarakat. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan hati dan tekad, maka apa yang di buat Pemerintah tidak akan bermakna bagi masyarakat,” ungkap Marzuki.
    Lebih lanjut Marzukie mengatakan kegiatan festival tersebut merupakan amanat UUD RI Tahun 1945 Pasal 32 UUD 1945 ; "Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia ditengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai - nilai budayanya".
  Pertanyaannya, siapa yang harus memberikan perhatian, bimbingan, penjagaan, pemeliharaan dan pengembangan budaya dan pariwisata? Paling tidak, ada tiga elemen yang terlibat secara intens dalam pengurusan Kebudayaan .
    Pertama, Pemilik Kebudayaan itu sendiri. Ide, perilaku dan benda sebagai perwujudan dari kemampuan dalam arti perorangan, komunitas atau masyarakat dalam menanggapi lingkungannya. Kedua, Lembaga Kebudayaan di Lingkungan Pemerintah, Pemerintah Daerah termasuk Instansi Pemerintah terkait. Ketiga, Lembaga/Organisasi Kebudayaan yang berkembang di masyarakat sebagai perwujudan solidaritas dan kerjasama anggota masyarakat dalam menjaga, memelihara dan mengembangkan kebudayaan.
    Saya berkeyakinan, kata Marzuki kalau ketiga elemen tersebut mampu menjaga solidaritas dan bekerjasama dengan baik, Festival yang kita gelar saat ini tidak hanya seremonial belaka, tapi betul-betul memenuhi harapan dan tujuan kita semua, yaitu menggali, mengangkat dan melestarikan warisan para leluhur kita untuk pembangunan dan kesejahteraan generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
  Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang sangat srategis yang menimbulkan dampak berganda (multiplier effect), baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga memberikan keuntungan ekonomi terhadap negara. Keuntungan tersebut bisa didapatkan dari pendapatan nilai tukar mata uang asing, pendapatan pemerintah, stimulasi pengembangan regional, penciptaan lapangan kerja, meningkatkan dan memeratakan pendapatan rakyat yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan sosial ekonomi di suatu wilayah / masyarakat.
  Namun demikian disamping nilai ekonomi dan nilai komersial yang tinggi, pariwisata sebenarnya memiliki berbagai potensi lain yang tidak bersifat ekonomi dan komersial, seperti peningkatan kualitas nilai-nilai sosial budaya, integritas dan jati diri, perluasan wawasan, persahabatan, konservasi alam dan peningkatan mutu lingkungan dan sebagainya.
  Menurt Marzuki bahwa data World Economic Forum menunjukan, bahwa daya saing Pariwisata Indonesia masih lemah dibandingkan dengan negara lain. Pada komponen aturan perundangan, Indonesia menempati posisi 108 dengan score 3.78. Sedangkan untuk komponen Infrastruktur dan Iklik Investasi Pariwisata, Indonesia berada pada peringkat 86 dengan score 3.16. Sementara pada Komponen Sumber Daya Manusia, Budaya dan Alam, Pariwisata Indonesia pada posisi 53 dengan score 4.17. Secara keseluruhan daya saing Pariwisata Indonesia menempati urutan ke 80 dari 130 Negara. Posisi indeks daya saing Pariwisata Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Indeks daya Pariwisata Singapura menempati peringkat 16 dengan score 5.06, disusul kemudian Malaysia pada peringkat 32 dengan score 5.06, kemudian Thailand pada posisi 42 dengan score 4.37. Sementara Negara-Negara ASEAN dengan indeks daya saing Pariwisata di bawah Indonesia terdapat Philipina, Vietnam dan Kamboja masing-masing pada peringkat 81, 96 dan 112.
  Sebenarnya Sumber Daya Pariwisata Indonesia lebih potensial dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Indonesia memiliki keunggulan Sumber Daya Alam dan Budaya yang layak dikembangkan menjadi destinasi unggulan dunia. Di antara keunggulan daya tarik Pariwisata Indonesia ini adalah ; Wisata Alam seperti Gunung Tangkuban Parahu, Wisata Budaya, Wisata Religi, dan Wisata Olahraga.
   Sumber Daya Alam dan keunggulan daya tarik pariwisata yang saya sebutkan tadi, hampir ada di Tanah Sunda Jawa Barat ini, MARILAH kita rebut peluang dan Anugerah ALLAH ini.
   Untuk itu saya mengajak kita semua untuk SEGERA menerapkan Langkah Strategis untuk memajukan Kebudayaan dan Pariwisata Daerah dalam rangka Pengembangan Kebudayaan Nasional kita. Langkah Strategis yang saya maksudkan adalah ; menginventarisasi, mendokumentasi, dan merekam semua Aset Kebudayaan dan Pariwisata Daerah.
    Disamping itu juga dilakukan langkah-langkah penting untuk melindungi Aset Budaya tersebut melalui Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Disamping itu juga untuk mengidentifikasi adanya hubungan kebudayaan antara suku bangsa yang satu dengan yang lain, dan bahkan dengan bangsa-bangsa lain. 
   Langkah Strategis selanjutnya ialah ; melakukan upaya penanaman nilai-nilai budaya, baik yang bersifat daerah maupun nasional, melalui pendidikan dalam arti luas, oleh karena pendidikan itu sendiri pada hakikatnya merupakan pembudayaan. Dalam penyelenggaraan pendidikan ini akan berlangsung preoses transformasi nilai budaya dari generasi tua kepada generasi muda, disiplin, kerja keras, sopan-satun, bersifat jujur, adil, maju, mandiri, saling menghargai sesama dan lain-lain. Langkah Strategis yang lainnya adalah melakukan upaya penyebarluasan festival-festival misalnya dalam bentuk gerakan nasional. Kegiatan Kampanye itu mempunyai potensi yang besar dalam membantu keberhasilan program sektor yang lain ; antara lain sektor pendidikan, ekonomi, pariwisata, sosial, politik, pertahanan dan keamanan. 
Saya berkeyakinan Festival yang akan kita gelar ini merupakan bagian langkah strategis dalam rangka mempromosikan semua hasil keluhuran olah rasa, olah karsa, dan olah cipta Putra-Putri terbaik Bangsa, khususnya di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat ini,” pungkasnya.   
    Pada kesempatan tersebut, telah terjadi pemecahan Rekor MURI Rampak Kacapi yang diprakarsai oleh Perum Perhutani Unit III Jabar Banten dan Tabloid INDONESIA-INDONESIA sebagai penyelenggara. Piagam penghargaan Rekor MURI Rampak Kacapi diserahkan secara resmi oleh Ketua DPR RI, Dr.H. Marzuki Alie kepada Kepala Perum Perhutani Unit III Jabar Banten, Ir Bambang Setiabudi, dan Pemimpin Umum Tabloid INDONESIA-INDONESIA, Martika Edison.
     Dilanjutkan dengan penanaman pohon yang diawali oleh Ketua DPR RI, Dr. H. MArzuki Alie bersama unsure lainnya. Festival Budaya Dan Pariwisata Gunung Tangkuban Parahu 2011 ini, merupakan rangkaian kegiatan 12 Tahun Tabloid INDONESIA-INDONESIA.***Edwandi



Festival Minangkabau
50 Tahun Gonjong Limo Bandung
Bupati Agam Indra Catri
Alfian Amir
Saluang semalam suntuk bersama Alkawi Group

Bandung, INA-INA
  Ribuan perantau Minang di Jawa Barat memadati Jalan Braga Bandung tempat penyelenggaraan Festival Minangkabau Gonjong Limo Bandung. Terlihat mulai dari depan gedung News Majestic sampai depan Kantor Bank Jabar Banten dipenuhi para pengunjung, baik wisatawan local maupun mancanegara. Meskipun sore harinya hujan mengguyur Kota Bandung seakan tidak menyuruti niat warga Minang untuk menghadiri Festival tersebut. Kepadatanpengunjung lebih kentara.

     Rangkaian acara “50 Gonjong Limo Bandung” yang terangkum dalam Festival Minangkabau, sebenarnya sudah berlangsung sejak 29 Maret lalu dan berakhir pada Sabtu (23/4) malam tadi. Rangkaian Festival Minangkabau diisi dengan Turnamen Futsal dan Lomba Vokal Grup. Sementara kegiatan yang dipusatkan disepanjang Jalan Braga mulai depan Bank Jabar hingga persimpangan Jalan Asia Afrika (Museum KAA Gedung Merdeka) diwarnai dengan kegiatan Lomba Manatiang Priang (menyusun piring), Pameran Wisata Nagari Minangkabau, Bazar Kuliner Nagari Minangkabau, Pentas Seni dan puncaknya pegelaran Rantak Minangkabau. Festival ini digelar selama 3 hari, (22-24 April 2011).
    Gonjong Limo Bandung ini merupakan perantau yang berasal dari Kabupaten/Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat, artinya berasal dari luak Limo Puluah Koto
    Festival Minangkabau Gonjong Limo Bandung dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Drs. Priana Wirasaputra, MM, pada tanggal 23 April 2011. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Perhimpunan Keluarga Minangkabau Jawa Barat, dr. Agustina, Bupati Agam Indra Catri, Ketua DPRD Dhamasraya, dan perwakilan Gonjong Limo se-Indonesia.
      Panitia Penyelenggara Festival Minangkabau Gonjong Limo Alfian Amir mengatakan festival Minangkabau ini dalam rangka 50 Tahun Gonjong Limo Bandung. Perayaan ulang tahun emas ini melibatkan 19 Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota se-Sumatera Barat serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Jawa Barat serta Pemerintah Kota Bandung, terutama Dinas Pariwisata dan Dinas Industri dan Perdagangan, serta agensi pariwisata yang akan mempromosikan potensi wisata Sumatera Barat. Acara tersebut mengusung judul “Festival Minangkabau”.
      Menurut Alfian, Kepala Disbudpar Kota Bandung, Drs. Priana Wirasaputra, MM menyatakan bahwa acara ini bagus sekali karena pengunjung sangat ramai jika dibandingkan dengan Braga Festival yang sudah menjadi kegiatan tahunan. Priana meminta kalau bisa agar kegiatan festival ini di schedule kan, sebagai kegiatan pariwisata tahunan di Kota Bandung. Tapi yang muncul Minangkabau atau Sumatera Barat bukan Gonjong Limo lagi,” ungkap Alfian kepada Mingguan Editorial di lokasi Festival.
     Masih menurut Alfian bahwa. Setelah terwujudnya asrama Putra Gonjong Limo yang terletak di Jalan Titiplik Bandung, kedepannya Gonjong Limo akan berencana membangun gedung serbaguna, asrama Putri dan minimarket disatu lokasi. Saat ini ada sekitar 300 orang asal daerah Gonjong Limo yang kuliah di Bandung.
     Pada kesempatan tersebut, akan membentuk forum komunikasi Gonjong Limo se- Indonesia. Dengan adanya forum komunikasi ini, sehingga komunikasi antar daerah dapat berjalan dengan baik, begitu merencana suatu kegiatan bisa lebih terarah dan terukur serta dapat memperat tali persaudaraan sesama perantau,” ucap Alfian.
      Sementara itu, Bupati Agam Bupati Agam Indra Catri ketika ditemui Mingguan Editorial diarena festival Minangkabau Gonjong Limo mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salahsatu bagian masyarakat Minangkabau khususnya Gonjong Limo menyatukan diri, dimana langit dijunjung disitu bumi dipijak, dimana rantiang dipatah disinan aie disauak. Orang Minang diperantauan cukup banyak, diatas 20% lah orang Minang di perantauan apalagi di Bandung. Jadi ini adalah bagian 50 tahun Gonjong Limo ini. Organisasi orang Minang sangat banyak, seperti inilah kami menyatu diri.
      Menurut Indra, jadi orang Minang itu ketika dia berkampung, dia berdiri dikampung, ketika dia melebar, kampung tinggal dia menjadi minang. Jadi walaupun orang Gonjong Limo yang berpesta, berulang tahun sebetulnya orang minang. Kenapa demikian alumni Gonjong Limo juga komunitas Unit Kesenian Mahasiswa (UKM).
      Terbentuknya Forum Komunikasi Gonjong Limo se Indonesias, menurut Bupati Agam sangat bagus. Tujuannya hanya satu saja, bagaimana mensejahterakan anak, dan keponakan sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. Kalau silaturahmi itu sudah jelas. Tapi tujuannya pada akhirnya ialah bagaimana pendidikan anak keponakan, mencerdaskan anak keponakan, lalu daya saing anak keponakan, akhlak almukarim anak keponakan,” pungkas Indra yang juga Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).
     Puncak perayaan “50 Gonjong Limo Bandung” yang diselenggarakan, Sabtu (23/4) malam bertempat di Gedung New Majestic Jalan Braga Bandung, berlangsung meriah.
    Selain dihadiri Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan dan anggota DPR RI Hj. Popong Otje Djundjunan, juga dihadiri Sekda Sumatera Barat, Mahmudi Rifai, dan Wakil Walikota Payakumbuh, Syamsul Bahri, serta Bundo Kanduang dari enambelas Nagari Minangkabau.
     Puncak acara “50 Gonjong Limo Bandung” diawali dengan prosesi carano (makan daun sirih), Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan dan tamu kehormatan lainnya yang sebelumnya disambut dengan Bundo Kanduang dari enambelas nagari Minangkabau. Diiringin talempong (gamelan khas Minangkabau) Ahmad Heryawan serta tamu kehormatan lainnya masuk ke dalam gedung dan langsung disambut tarian Pasambahan.
      “Ini merupakan bentuk penghormatan bagi saya pribadi maupun warga Jawa Barat dapat berbaur bersama warga Minangkabau pada malam ini. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi masyarakat Minangkabau,” ujar Ahmad Heryawan.
      Kehadiran warga Minangkabau di Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya, Ahmad Heryawan berharap, warga Minangkabau untuk bersama-sama membangun Jawa Barat. Karena sudah diakui sebagai bagian dari warga Jawa Barat, warga Minangkabau juga diharapkan mampu menjaga tali persaudaraan dan kerukunan diantara masyarakat Jawa Barat. ***Edwandi 


 TRAVEL DIALOG FAM TRIP
SIAP DUKUNG VISIT BOGOR 2011

Bogor, INA-INA.
      Visit Bogor 2011 diawali dengan digelarnya festival 2000 dongdang pada 26 Pebruari 2011 lalu, di lapangan Tegar Beriman Cibinong Kabupaten Bogor. Hal ini dapat diartikan bahwa semua pihak yang terkait dalam program kunjungan wisata tahunan tersebut, mau tidak mau harus siap melaksanakan dan mensukseskannya. Demikian dijelaskan Kasi Jasa Wisata Disbudpar Kabupaten Bogor, H Arifin saat menggelar ‘Travel Dialog Fam Trip 2011‘ di Taman Wisata Matahari (TWM) kawasan Puncak Bogor.
     Dia mengakui, program Visit Bogor 2011 yang sudah sekitar satu tahun dicanangkan dan dipersiapkan secara matang ini tentunya bukan sekedar lewat dan berlalu tanpa arti. Karena dalam Visit Bogor ini banyak hal yang diharapkan dapat dicapai.”Jadi baik secara langsung oleh para pelaku dan pemangku kepariwisataan dengan segala upaya akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor. Sedangkan untuk masyarakat luas akan mendapatkan dampaknya, yang secara ekonomis dapat meningkatkan penghasilan dari sektor ini. Dan mudah – mudahan program ini sukses dan dapat mencapai target 20 persen jumlah kunjungan wisatawan ,”harapnya.
    Terkait kegiatan yang sedang berlangsung dengan tema Travel Dialog Fam Trip 2011’ pihaknya mengumpulkan beberapa pengusaha obyek wisata, hotel & restaurant sebagai seller dengan beberapa pengusaha travel biro yang mengarahkan wisatawan sebagai buyer.” Mereka berdialog untuk membicarakan persentase antara pelaku usaha wisata dengan pelaku travel biro. Pihak jasa travel biro harus dapat menjelaskan untuk menjual paket wisata kepada para wisatawan. Intinya mempertemukan mereka agar sama-sama mendukung dalam menjual obyek wisata yang ada di Kabupaten Bogor,’’jelasnya.
    Dalam mendukung suksesnya visit bogor 2011, kata dia pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai pihak seperti, pihak travel biro dalam membawa wisatawan akan dapat pengawalan gratis ketempat tujuan wisatan agar terhindar dari kemacetan. Selama program kunjungan wisata tahunan, di berikan juga berbagai promosi wisata seperti, potongan harga 20 persen yang di berikan 114 hotel kelas melati hingga berbintang.’’Ditambah 200 restauran yang tergabung dalam PHRI dan yang tergabung dalam Asosiasi Industri Pariwisata (ASITA) memberikan diskon 20 persen. Sedangkan TSI memberi diskon 40 persen bagi paket anak sekolah ,” katanya.
    Sementara dalam mendukung Visit Bogor 2011, seniman muda Hari Samba mengatakan, pihaknya telah menciptakan lagu khusus momen ini sebanyak 10 lagu dengan berbagai bahasa. ” 10 lagu ini direkam dalam 10 bahasa dunia yang rencananya launching pada April 2011 mendatang. Kita pun akan bekerjasama dengan 6 kedutaan dan maskapai penerbangan asing,”pungkasnya. ***Adam Saleh

Obyek Wisata Danau Purba Situ Cibeureum 
Kabupaten Garut

                                                      Garut, INA-INA.
      Aang Suhana, saat masih menjadi Camat Samarang Garut, sosok yang hingga kapan pun akan tetap dikenang sebagai pembuka kepekatan belukar dan rimba danau Purba Situ Cibeureum, yang beberapa tahun kemudian dikenal sebagai potensi wisata hutan sangat menakjubkan. Dia menjadi penggerak motivasi warganya, bersama aparat Kecamatan Samarang, bahu-membahu membersihkan setiap jengkal ilalang liar, sehingga bisa diketemukan kembali situs bersejarah berupa beberapa danau atau situ berair bening.
    Upayanya membersihkan serta menata kembali kawasan, yang diselimuti hutan pekat tersebut, berlangsung berminggu minggu bahkan berbulan, sehingga kerap menggelar kemah bhakti dengan berbekalkan akomodasi dan peralatan sederhana.
    Kegigihan Aang Suhana, yang juga Pengurus Organisasi Kepramukaan pernah menggerakan masyarakat secara besar-besaran menyelenggarakan kemah bhakti pembersihan serta penataan Situ Cibeureum, dan niat baiknya itu ternyata bisa menarik perhatian serius Bupati Garut, ketika itu Agus Supriadi.
      Kini potensi wisata alami itu, semakin banyak didatangi wisatawan, bahkan pernah dijadikan arena pertemuan pemuda tingkat nasional bahkan sabtu dan minggu (19-20/3) berlangsung Garut Track Wisata, Jimny Adventure diagendakan start wisata, Sabtu, Pukul 16.00 WIB dari Cipanas dan berakhir di kawasan wisata Situ Cibeureum, dibuka Wakil Bupati Rd. Diki Chandra dan diikuti sekitar 50 unit kendaraan dari klub otomotif Bandung, Tasikmalaya, Banjar, Bogor, Subang serta tuan rumah, Garut.
    Istri Wakil Bupati Garut, Ny. Rani Permata Diki Chandra kepada Garut News, mengemukakan perhelatan menyemarakan hari jadi ke-199 Garut tahun ini, juga dimaksudkan menjalin kebersamaan melalui perekat sarana kegiatan berolahraga di alam bebas, katanya. RHS-ABG
  
Paguyuban Sunda DAMRI (PASDA) Bersama LSM PECI

Rancage Gawe Ngalaksanakeun Cikapundung Bersih
Ayi Vivananda bersama Sadiyo
Bandung, INA-INA.
       PAGUYUBAN Sunda DAMRI (PASDA) bersama LSM Peci (Peduli Cikapun-dung, dan warga masyarakat kawasan Cisitu kecamatan Coblong menggelar aksi pembersihan Sungai Cikapundung. Pemandangan yang nampak pun sungguh menghangatkan hati. Ratusan warga masyarakat memenuhi bantaran sungai Cikapundung, mengangkat sampah yang mengapung di sungai, mencabuti rumput liar yang tumbuh di sepanjang Cikapundung. Antusias warga dan para anggota PASDA yang dipelopori oleh Kang Onong Sumarno yang merupakan Sesepuh PASDA bersama dengan Kang Nino Tresna Rahman, begitu juga dengan perwakilan LSM PECI Kang Jaka tak berkurang sedikitpun.  
     Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB yang dihadiri oleh Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivanandan, Kepala Unit DAMRI Bandung, Sadiyo, Camat Coblong, Anton Sugiana, Lurah Tamansari, Tajudin, dan Ketua Komunitas Peduli Sungai Cikapundung lainnya, seperti Kuya-kuya. Pada kegiatan tersebut, PASDA membe-rikan bantuan 30 ban dalam bekas Bis DAMRI kepada LSM PECI. Kegiatan tersebut juga menampilkan seni budaya Pencak silat dari Paguron, Minggu, (20/2) lalu.
    Ketua Paguyuban Sunda DAMRI (PASDA), Drs. Diky Assdicky ketika diminta komentar tentang kegiatan aksi pembersihan Sungai Cikapundung mengatakan saya sebagai Ketua PASDA merasa bahagia, serta bangga dan terharu, ternyata dibalik semua ini banyak sekali hikmahnya, seperti halnya saya dan para anggota PASDA bisa bersilaturahmi dengan para warga Mateos Cisitu dan Keluarga Besar LSM PECI dan komunitas Sunda lainnya. Ternyata suasananya pun terasa hangat. Apalagi sungai Cikapundung dikawasan Cisitu ini indah sekali, airnya bersih dipenuhi bebatuan yang besar-besar. Maka pantaslah Pak Walikota Bandung, Dada Rosada bersama Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda yang selalu hadir setiap ada kegiatan mengenai Sungai Cikapundung. Seperti halnya sekarang, Kang Ayi ternyata orangnya welcome terhadap siapa saja dan penuh humoris. Bagi saya merupakan pengalaman dan kebahagian tersendiri. 
     Diky juga mengucapkan terima kasih khususnya kepada Ka. Unit DAMRI, Sadiyo yang telah merespon dan peduli kegiatan ini, bahkan ditengah-tengah kesibukannya menyempatkan hadir bersama istrinya. Tak lupa pula kepada anggota PASDA yang hadir, saya sebagai ketua PASDA mengucapkan terima kasih sekali, semoga kegiatan ini bisa dilanjutkan kembali bagi yang tidak ikut serta tidak apa-apa meng-ingat para anggota PASDA lainnya sedang menjalankan tugas di jalur,” ungkap Ketua PASDA kepada Indonesia-Indonesia/Sunda Pos.
Sesepuh Paguyuban Sunda DAMRI (PASDA), Kang Onong Sumarna menyatakan bahwa PASDA sangat peduli terhadap Sungai Cikapundung yang memang harus dipelihara, dijaga keber-sihannya, seperti telah di lakukan sebelumnya oleh LSM PECI bersama warga Cisitu. Kang Onong merasa bangga terhadap PASDA yang diketuai Dicky Assidicky dan Nino Tresna Rahman beserta para anggota PASDA yang ikut dalam kegiatan Aksi Pembersihan Sungai Cikapundung dan juga bentuk menjalin silaturahim dengan warga sekitar Mateos, Cisitu.
      Kang Onong juga mengatakan dengan bahasa Sunda ngaraos bingah tiasa tepang sareung para saderek warga masyarakat Cisitu-Mateos oge LSM Peci anu ka leukeresan aya salah sawiosna karyawan DAMRI, saderek Jaka oge teu hilap Ka Pak Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda, Camat Coblong, Anton Sugiana, hususna ka para tokoh masyarakat Coblong, Cisitu. Kang Onong ngahaturkeun nuhun ka Ka Unit DAMRI Bandung, Sadiyo, anu parantos ngadukung – ngarojong kana kegiatan PASDA, Peci. Kang Onong, teu hilap ngahaturkeun nuhun ka rerengan komunitas Peduli Cikapundung anu sami-sami midamal kasayean. Sanaos anggota PASDA teu tiasa hadir sadayana, namung simkuring ngaraos bingah para anggota PASDA anu tiasa riung mumpu-lung sareung para komunitas Sunda anu sami-sami peduli ka sungai Cikapundung,” saur Sesepuh PASDA Kang Onong Sumarna.
      Sementara itu, Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda mengucap-kan terima kasih kepada (PASDA) Paguyuban Sunda DAMRI dan juga Perum DAMRI Unit Bandung yang sudah memiliki kepedulian memelihara menjaga membersihkan sungai Cikapundung. Karena sema-kin banyak komunitas, lembaga yang terlibat dalam menjaga sungai Cikapundung, maka harapan kita semua bahwa sungai Cikapundung bisa bersih menjadi ruang public segera bisa terwujud,” ungkap Ayi ketika diminta komentarnya oleh Wartawan Tabloid Indonesia-Indonesia/Sunda Pos, Nandar Sutendar, di Sawung Rangon.
Ayi Vivananda Wakil Walikota Bandung yang merupakan penggas Cikapundung bersih mengkampayekan kembali kawasan aliran sungai Cikapundung sebagai pusat aktivitas masyarakat."Pemerintah secara perlahan akan menata kawasan Cikapundung. Kepedulian mas-yarakat dalam menjaga sungai Cikapundung sangat antusias, terlihat dari tumbuh komunitas-komunitas, ada Ampic, Peci dan yang lainnya, jadi itu menunjukan kepedulian warga masyarakat terhadap Sungai Cikapundung.
        Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda mengajak Paguyuban Sunda DAMRI (PASDA) selain melestarikan menjaga dan membersihkan sungai Cikapundung seperti yang dilakukan sekarang ini, semoga tidak sampai disini saja, saya ber-harap setiap ada kegiatan bhakti social, PASDA turut berperan dalam kegiatan tersebut.
        Bahkan Ayi mengajak Ka Unit DAMRI Bandung untuk ikut dalam Sepeda Santai yang akan dilaksana-kan pada Tanggal 27 Februari 2011, dan tidak dipungut biaya alias gratis,” ajak Ayi kepada Sadiyo Ka Unit DAMRI Bandung, ketika sedang berbincang-bincang di Saung Berlin, disaksikan oleh Pengurus LSM PECI, Sekretaris PASDA, Nino Tresna Rahman, SE, Bendahara PASDA, Kang Emang. Ajakan Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda disambut baik oleh Ka Unit DAMRI Bandung, Sadiyo, yang gemar tembang Sunda Kabogoh Jauh dan menyatakan akan ikut serta dalam kegiatan sepeda santai tersebut, karena memang itu hobbynya yang selalu ia lakukan ketika libur.
     Saran dan harapan saya, kata Ayi, PASDA agar terus melakukan komunikasi dengan pemerintah kota bandung, lembaga-lembaga yang sudah memiliki kepedulian terhadap sungai Cikapundung, terus bersama-sama karena sungai Cikapundung ini tidak bias dibersihkan satu kali saja, harus terus kontinyu, secara rutin. Program ini tentu saja tidak akan berhasil dalam sekejap, tetapi butuh waktu panjang. Sukses atau tidaknya program ini bergantung pada partisipasi semua kompenen masyarakat. Jika ada kemauan, di situ pasti ada jalan. Dengan semangat keber-samaan, kita bisa mengembalikan lagi citra Sungai Cikapundung seper-ti dahulu lagi. Suasananya pun penuh dengan rasa kekeluargaan disertai canda tawa antara warga masyarakat sekitar kawasan Cisitu. Dan terlihat keakraban sosok seorang Ayi Vivananda Wakil Walikota Bandung dengan Kepala Unit DAMRI Bandung, Sadiyo terlihat akrab yang selalu diselingi humor memang itulah sosok kharismatik orang nomor dua di Kota Bandung. Rasanya tidaklah berlebihan, seperti yang diutarakan oleh Ibu Jaja Warga RW 08 Kelurahan Lebak Siliwangi, bahwa Kang Ayi itu bermasyarakat, dengan masyarakat dekat, jadi tidak memperlihatkan bahwa Kang Ayi itu seorang pejabat. Pada sangat kita ada kegiatan, apalagi yang namanya Cikapundung, kami semua warga masyarakat siap membantu untuk membersihkan sungai Cikapundung dengan dipimpin oleh Bapak Ayi, karena di RW kami mungkin dengan bapak itu dekat tidak seperti ke pejabat lain yang selalu disambut. Jadi kita merasa dekat sekali dengan Bapak Ayi,” ungkap Ibu Jaja dengan tulus disela-sela acara ramahtamah PASDA.
       Sementara itu, Kepala Unit DAMRI Bandung, Sadiyo mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan PASDA (Paguyuban Sunda DAMRI) yang ingin sungai kebanggaan Kota Bandung itu bersih dari berbagai sampah dan limbah. Program peduli sungai Cikapundung Bersih mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan. Dalam hal ini, PASDA yang berkedudukan di Kota Bandung akan turut serta menjaga, memelihara, membersihkan Sungai Cikapundung, dan juga kegiatan bakti sosial lainnya, se-perti penghijauan, penanaman pohon. Insyaallah, Kami sebagai pimpinan Unit DAMRI Bandung dengan diwakili PASDA siap untuk berpartisipasi. Apalagi DAMRI sebagai jasa transportasi Kota Bandung merasa terpanggil dengan adanya kegiatan seperti ini. Siapa tahu, warga masyarakat yang berada dikawasan Cikapundung ini ada yang biasa menggunakan jasa DAMRI seperti yang telah diutarakan oleh Sesepuh PASDA kalau para Bapak/Ibu ada yang mau nyalter Bis DAMRI akan di discount 10%, dan saya pun Insyaallah menyetujui,” ungkap Sadiyo diiring tepuk tangan warga masyarakat Cisitu Mateos dan LSM Peci.
      Sadiyo menambahkan Sungai Cikapundung adalah kebanggaan Kota Bandung dan sumber air minum kita. Jika warga kota tidak peduli untuk membersihkan sungai, lalu siapa lagi yang akan memperhatikannya? Tentu kita kan sebagai warga Kota Bandung, ungkap,” Sadiyo.
Kegiatan aksi Pembersihan Sungai Cikapundung ini,” kata Sadiyo diharapkan menumbuhkan kesadaran semua pihak, bahwa sungai Cikapundung yang bersih akan memberi manfaat tak terhing-ga bagi semua orang. Pembersihan sungai Cikapundung bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tetapi juga tanggungjawab seluruh masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya,” ungkap Sadiyo ketika dihampiri Indonesia-Indonesia /Sunda Pos, yang terlihat sedang memasukan rumput kedalam karung di tempat kegiatan.
Pada kesempatan yang sama, Camat Coblong Drs. H. Anton Sugiana juga mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan kepedulian PASDA (Paguyuban Sunda DAMRI) Unit Bandung dalam menjaga, memelihara membersihkan sungai Cikapun-dung. Anton juga merasa kagum kepada Ketua PASDA Drs. Dicky Assdicky beserta para pengurusnya yang memang anggota PASDA ada warga dikawasan Sungai Cikapundung ini. Suasananya pun penuh dengan kekeluargaan antara LSM PECI warga sekitar sungai Cikapundung dan PASDA. Semoga saja kegiatan seperti ini terus berkesinambungan kedepannya.
      Lebih lanjut Camat Coblong memaparkan bahwa gerakan Cikapundung Bersih melibatkan berbagai komunitas dengan gerakan bakti sosial, inventarisasi bantaran sungai, penghijauan, peningkatan kualitas badan sungai, refungsionalisasi tata ruang bangunan di antaranya, dan rumah warga yang semula membelakangi sungai jadi menghadap ke sungai.
     Pemkot Bandung di bawah kepemimpinan H.Dada Rosada telah membuat program yang diberi nama "Cikapundung Bersih". Program ini adalah merevitalisasi Sungai Cikapundung. Inti program ini adalah memungsikan sungai tidak sekadar untuk lewatnya air dari gunung ke laut melainkan alirannya bisa dijadikan tempat wisata dan sarana transportasi, bahkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
      Pemkot Bandung ingin mengubah pola pikir masyarakat atau warga khususnya yang ada di sepanjang jalur Sungai Cikapundung. Mereka harus berpikir positif bahwa Sungai Cikapundung adalah lingkungan keluarga dan aset kota yang berharga. Oleh karenanya, sungai bukan lagi tempat membuang limbah dan tempat pembuangan akhir sampah. Pukul satu siang kegiatan pun berakhir. Sungai Cikapundung benar-benar bersih. Nandar Sutendar


Saritem gadis belia asal kota kembang

Bandung, INA-INA.
          Berbagai versi mengenai sejarah asal mula saritem sebagai kawasan prostitusi. Nama Saritem memang tidak asing lagi bagi masyarakat terutama masyarakat Jawa Barat. Apalagi bagi pria yang punya hobi bertualang cinta. Bahkan karena informasi dari mulut ke mulut nama Saritem semakin dikenal di sebagian masyarakat yang ada di luar wilayah Jawa Barat.
        Ada yang bilang kalau Saritem itu nama seorang tukang jamu berkulit hitam manis yang bernama Sari. Ada juga yang menyebutkan, nama Saritem diambil dari nama seorang penjaga warung remang-remang yang nongkrong di pinggir jalan.
      Salah seorang warga masyarakat, Asep mengungkapkan bahwa  saritem adalah nama seorang primadona pekerja seks komersial (PSK) tempo dulu, bernama Nyisari. Perempuan itu berkulit hitam manis, sehingga untuk mengabadikan namanya, jalan dari arah Gardujati diberi nama Jalan Saritem.
       Memang, tak ada yang mengetahui secara pasti kapan Saritem berdiri. Namun, menurut catatan sejarah yang ditulis seorang peneliti barat, Saritem telah ada sejak dibangunnya jaringan rel kereta api sampai di Kota Bandung, awal 1800-an. Lokasinya yang berdekatan dengan stasiun kereta api yang kini dinamakan Stasiun Bandung itu menambah persyaratan bagi Saritem sebagai lokasi melting pot (tempat berbaurnya masyarakat yang berbeda latarbelakang dan asalnya).
       Sekitar tahun 1940-an, rel kereta api merupakan batas antara kekuasaan Belanda dan pribumi. "Dari dulu kawasan Saritem memang sudah ada. Di sana tempat berkumpulnya orang-orang bangor dan hidung belang. Pada saat itu Kota Bandung telah menjadi tempat peristirahatan para pembesar Belanda. Mereka datang untuk menikmati panorama serta sejuknya udara Kota Kembang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya rumah-rumah peristirahatan peninggalan Belanda di Kota Bandung.
        Selama ratusan tahun Saritem dikenal sebagai tempat para pekerja seks komersial (PSK). Tidak diketahui secara pasti kapan lokasi ini dijadikan ajang bisnis seks. Berdasarkan literatur dan keterangan beberapa tokoh setempat lokasi ini telah berdiri sejak zaman Belanda. "Kalau kata orang tua-tua, Saritem sudah ada sejak tahun 1838," kata Satria Ketua RW 07 Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Andir Kota Bandung ketika ditemui Indonesia-Indonesia, dikediamannya belum lama ini.
       Dikisahkan nama lokalisasi Saritem erat kaitannya dengan nama gadis belia asal kota kembang Bandung bernama Saritem. Saritem memang berwajah cantik dan berkulit putih. Pesona Saritem ternyata memikat seorang pembesar Belanda kala itu. Kemudian Saritem dijadikan gundiknya. Sejak itulah gadis Saritem menjadi ‘Nyonya Belanda’. Namanya pun berganti menjadi Nyi Saritem.
        Beberapa tahun kemudian Saritem disuruh Kompeni mencari wanita untuk dijadikan teman kencan serdadu Belanda yang masih lajang. Waktu itu daerah Gardu Jati dijadikan sebagai tangsi atau markas militer serdadu Belanda. Untuk kegiatan itu Saritem difasilitasi sebuah rumah yang lumayan besar.
       Lambat laun perempuan-perempuan yang dikumpulkan Saritem bertambah banyak. Saritem mengumpulkan perempuan-perempuan dari berbagai daerah dari Bandung dan sekitarnya, seperti Cianjur, Sumedang, Garut, dan Indramayu. Sejak itu nama Saritem mulai kesohor. Yang datang ke rumah yang dikelolanya pun bertambah banyak.
Tidak hanya dari kalangan serdadu yang lajang. Serdadu yang lanjut usia pun juga berdatangan ke tempat Saritem. Bahkan beberapa warga pribumi ada juga yang datang. Antusiasme serdadu dan beberapa masyarakat pribumi terhadap tempat memadu kasih ala Saritem.
Hal ini membuat teman-teman Saritem yang juga menjadi gundik tentara Belanda tertarik membuka usaha serupa. Mereka rata-rata perempuan bekas binaan Saritem. Sejak perang kemerdekaan 1945 tangsi militer serdadu Belanda berhasil dikuasai pejuang Republik Indonesia. Namun, bisnis Saritem tidak tersentuh. Tim R

SDN Cijati Purwakarta
Dibentuk Jadi Sekolah Standar Nasional

 

Purwakarta, INA-INA.
         Dengan jumlah siswa lebih kurang 330 orang, ditambah tenaga pengajar PNS 10 orang dan non PNS 7 orang, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cijati yang berlokasi di Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta saat ini berencana akan mengembangkan sekolah dengan membentuk Rintisan Sekolah Standar Nasional ( RSSN),” Dalam kurun waktu 4 tahun mendatang SDN Cijati ingin dibentuk menjadi RSSN. Sebab dengan terciptanya dan terlaksanakannya program ini akan mendukung sekali kegiatan belajar siswa agar lebih maju dan berkembang,” ujar Kelapa Sekolah SDN Cijati, Sunarwan di ruang kerjanya belum lama ini.
        Sunarwan mengatakan, sampai saat ini selain di bidang ilmu pengetahuan sudah beberapa prestasi yang telah diraih para siswa SDN Cijati sampai tingkat Kecamatan Maniis diantaranya; menjadi juara I Calistum, juara I pertandingan sepak bola, dan juara II lomba Pupuh Sunda,” Dengan fasilitas sarana prasarana yang telah kami benahi, kamipun menginginkan adanya dukungan tambahan dari pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Purwakarta, Kepala Dinas Pendidikan Cab.Purwakarta,dan Kepala UPTD Pembinaan TK/SD dan PLS Kec. Maniis agar program kami dapat berjalan dengan lancar dan lebih maju guna menghasilkan lulusan-lulusan terbaik di Kab.Purwakarta,”ujar Suwarna.
        Sementara disisi lain warga masyarakat setempatpun menilai bahwa kinerja Kepala Sekolah SDN Cijati dalam memimpin sekolah tersebut dinilai baik, karena dapat mewujudkan keinginan para siswa dan guru agar sarana dan prasarana belajar di perbaharui yang nantinya berpengaruh sekali bagi kemajuan siswa untuk meraih prestasi.  Ati R
 

Desa Kutamanah Perlu Perhatian Pemerintah



Purwakarta, INA-INA.
          Saat ini, warga masyarakat Desa Kutamanah Kecamatan Sukasari Kabupten Purwakarta tengah mengeluhkan sarana prasaran desa yang kondisinya kurang mamadai, seperti pada sarana jalan yang menghubungkan antara Desa Kutamanah dan perbatasan Desa Kutamanah sepanjang 6 km, fasilitas listrik dengan 2 titik untuk di Kp. Baras, Kp. Pasir, dan Kantor Desa Kutamanah dan kebutuhan sarana air bersih untuk Kp. Ciputat, dan Kp.Telaga,” Kami sangat prihatin melihat kondisi jalan yang saat ini rusak total, ditambah keluhan warga masyarakat kami mengenai listrik dan air bersih.Oleh karena itu, kami menginginkan adanya perhatian dan kepedulian dari pemerintah daerah Kab.Purwakarta untuk mengatasi masalah ini dan dalam hal ini Camat Sukasaripun diharapkan dapat pula mendukung aspirasi warga masyarakatnya yang mengharapkan cepat direalisasikan pembangunan semua sarana ini, guna menunjang aktivitas warga dalam membangun desa,” ujar Munajat selaku Kepala Desa Kutamanah di ruang kerjanya,belum lama ini.
         Menurut Munajat, diakui selama ini proses pembangunan yang diprogramkan Camat Sukasari di tiap desa termasuk desa Kutamanah dinilai baik, termasuk dukungan dari Pemkab.Purwakarta di seluruh dibidang pembangunan daerah.Oleh karena itu, selalu dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah dan warga masyarakat guna mewujudkan Kab.Purwakarta lebih maju dan berkembang,” lanjut Munajat.
          Di tempat terpisah, salah seorang warga masyarakat setempat menyatakan bahwa kinerja Bupati Purwakarta beserta seluruh jajarannya dalam menjalankan roda pemerintahan sudah cukup baik, diharapkan kedepannya setiap aspirasi yang keluar dari warga agar cepat ditanggapi dan diaplikasikan,” harapnya. Tubagus M.S

Rekomendasi Dewan Mengenai LKPJ Wali Kota Bandung 2009

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung tahun 2009 yang disampaikan pada Rabu (31/3), mendapat tanggapan dan rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung. Rekomendasi Dewan disampaikan secara bergantian oleh Wakil Ketua DPRD, Teddy Setiadi, S.Sos., Isa Subagja, dan Drs. H. Asep Dedy R. SH., M.Si., pada Rapat Paripurna Istimewa, Senin (24/5), di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh.
Wakil Ketua DPRD, Teddy Setiadi, S.Sos., mengatakan bahwa pelaksanaan tugas Wali Kota Bandung secara umum dapat dinyatakan berjalan dengan baik, hal ini erat korelasinya dengan implemetasi dari 7 program prioritas yang merupakan akses konsep pembangunan Kota Bandung.
"Begitu pula dengan kebijakan program pendukung yang berbentuk stimulan dan hibah kepada masyarakat baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, seni budaya, olahraga, dan kemasyarakatan memiliki kekuatan pengaruh bagi pertumbuhan Metropolitan Bandung, hal ini tergambar dari peningkatan kemampuan prestasi masyarakat", Ujar Teddy.
Pansus LKPJ memandang Visi Kota Bandung yang dijabarkan dalam 6 misi, beberapa aspek telah mencapai target bahkan ada yang melampaui target seperti mengembangkan SDM yang sehat, cerdas, berakhlak, profesional dan berdaya saing tergambar bahwa untuk pelayanan dasar kesehatan berhasil melebih target 0,68%, misi mengembangkan perekonomian kota yang berdaya saing dalam menunjang penciptaan lapangan kerja dan pelayanan publik serta meningkatkan peranan swasta dalam pembangunan ekonomi kota, usaha mikro, usaha kecil dan menengah tahun 2009 lebih baik dibanding tahun 2008, ketercapaian jumlah unit usaha industri kecil dan menengah dengan prosentase 317,20% dan jumlah unit koperasi sehat mencapai 731,60% secara kuantitatif, menggambarkan pencapaian target yang baik.
"Terkait dengan ketenagakerjaan dewan melihat masih perlu ditingkatkan serta memperluas kesempatan lapangan kerja, walaupun data tahun 2009 menunjukkan naik 1,38%, Sebagai kota wisata, kami juga memberikan apresiasi terhadap kenaikan 18,7% pada tahun 2009", ungkapnya.
Misi menata Kota Bandung menuju metropolitan terpadu yang berwawasan lingkungan antara target dan realisasi menurutnya, dewan memberikan apresiasi terhadap terpenuhinya realisasi yang melebihi dari target (125 %) pada indikator kebutuhan sarana dan prasarana untuk pemeliharaan RTH. Dewan juga memberikan pujian terhadap semangat dan perjuangan Pemkot Bandung dalam penghijauan berupa penanaman pohon yang tersebar di 30 Kecamatan.
"Selain itu Dewan juga memberikan apresiasi, terhadap misi meningkatkan kinerja pemkot yang efektif, efisien, akuntabel dan transparan dengan meningkatnya tingkat kinerja pengawasan dengan capaian target 112%", ujarnya.
Meskipun dari misi tersebut banyak yang melebihi target tetapi ada juga yang kurang dari target meskipun capaian presentasenya cukup besar, seperti pada Indikator lain pun pansus memberikan apresiasi yang sangat baik tentang meningkatnya promosi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kesehatan, hal ini tergambar dalam indikator kinerja kelurahan siaga aktif mencapai 81,46%, namun pada aspek kuantitatif usaha yang berdaya saing, hanya tercapai 49,22%, sedangkan untuk pengelolaan keuangan dan pembiayaan pembangunan kota yang akuntabel dan transparan dalam menunjang sistem pemerintahan yang bersih dan berwibawa, mencapai 91,64% indikator pendapatan dan pengelolaan keuangan daerah.
"Tetapi perlu diingat juga masih ada yang di bawah target bahkan mengalami penurunan, seperti pelayanan kesehatan dasar dibandingkan tahun 2008 terdapat penurunan 0,53%, hal lain masih terdapat beberapa indikator pelayanan yang realisasinya di bawah target seperti pelayanan anak balita, penjaringan kesehatan siswa SD dan peserta KB aktif", Ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, masih terdapat beberapa yang menyebabkan terciptanya kelemahan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam mengimplementasikan misi dan mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, seperti tidak terkonsepsinya perekonomian kota yang berdaya saing dalam menunjang penciptaan lapangan kerja dan pelayanan publik serta peranan swasta dalam pembangunan ekonomi kota dan tidak tersedianya indikator kesejahteraan sosial dan mengembangkan budaya kota yang tertib, aman, kreatif berprestasi dalam menunjang Kota Jasa bermartabat.
Sementara itu Wali Kota Bandung, Dada Rosada mengatakan apabila dalam LKPJ 2009 masih terdapat kekurangan berupa kesalahan pengetikan dan kurang akuratnya data, hal tersebut bukanlah kesengajaan tetapi kekeliruan teknis yang bersifat manusiawi. "begitu pula terhadap 250 indikator capaian program dalam RPJMD tahun 2009-2013, pada tahun 2009 terealisasi 212 indikator atau 84,8%", ujarnya.
Menurut Dada ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut, diantaranya, perencanaan program dalam RKPD tahun 2009 dibuat tahun 2008 dimana RPJMD tahun 2009-2013 belum disusun dan ditetapkan, penentuan indikator capaian program dalam RPJMD 2009-2013 belum melalui pendekatan pembiayaan atau mengukur kemampuan APBD serta belum ada kajian mendalam terhadap penentuan nilai capaian indikator, Distribusi penggunaan anggaran pada tahun 2009 lebih difokuskan kepada urusan pendidikan sehingga urusan-urusan lainnya harus disesuaikan dengan kemampuan APBD, keterbatasan waktu penyerapan APBD perubahan tahun 2009 terutama untuk proses pelelangan dan pembangunan fisik, serta adanya pengaruh faktor eksternal, baik nasional maupun global.
"Terlepas dari berbagai alasan tadi, saya akan mengevaluasi dan menindaklanjuti SKPD yang belum memenuhi target, terutama untuk memperbaiki kinerja pelayanan agar dapat memenuhi harapan semua pihak, saya pun akan menindaklanjuti rekomendasi ini, namun mengingat pelaksanaan APBD 2010 sudah berjalan maka perbaikan yang berkaitan dengan pembiayaan dapat dilaksanakan pada saat perubahan APBD tahun 2010 dan lebih dioptimalkan pada tahun 2011", ujarnya.
Lebih lanjut Dada mengungkapkan terhadap rekomendasi bidang pendidikan, khususnya yang terkait peningkatan kualitas dan manajemen pelayanan pendidikan, dirinya akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur, kompetensi dan kesejahteraan guru, partisipasi masyarakat dan dunia usaha, serta peningkatan budaya baca melalui pembangunan perpustakaan umum yang melengkapi perpustakaan keliling dan perpustakaan-perpustakaan yang ada di setiap kelurahan. Sedangkan di bidang kesehatan, Dada akan meningkatkan kualitas kesehatan terutama untuk memperbaiki status gizi buruk pada balita dan kesinambungan pelayanan bagi penduduk miskin.
"Di bidang kemakmuran, saya akan mengevaluasi kinerja bawaku makmur, baik dalam bentuk pendataan dan pembinaan manajemen usaha, agar perkembangannya bisa terpantau dan menjamin terpenuhinya rasa keadilan bagi semua pihak", ungkapnya.
Dada pun, mengatakan sebagai penunjang pembangunan kemakmuran, infrastruktur jalan akan lebih diperhatikan dengan fokus utama peningkatan masa pakai, mengurangi potensi banjir Cileuncang dan efisiensi biaya pemeliharaan.
Sedangkan di Bidang Lingkungan Hidup Dada, meminta dukungan politik untuk merealisasikan perluasan RTH, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat menggunakan konsep 3R, serta memanfaatkan teknologi tinggi pengolah sampah yang ramah lingkungan melalui pembangunan PLTSa, penataan bangungan menghadap sungai serta penataan industri non polutan. "Di bidang seni budaya, penyediaan lahan untuk pusat pengembangan seni budaya di kawasan Bandung Timur sudah terealisasi 6 Ha dari target 10 Ha", ujarnya.
Di Bidang olahraga, menurut Dada pemerataan alokasi anggaran untuk seluruh cabor akan didasarkan pada asas keseimbangan dan keadilan, yang secara keseluruhan berorientasi pada raihan prestasi. "Sedangkan untuk bidang Agama, akan terus mengupayakan harmoni hubungan umat beragama, antara umat beragama, serta antara umat beragama dengan pemerintah", ucapnya.
Dada pun mengatakan akan tetap melanjutkan reformasi birokrasi, dimana setiap pengisian jabatan akan selalu berbasis kompetensi, penyederhanaan sistem dan prosedur pelayanan publik, efisiensi dan efektivitas anggaran serta intensifikasi dan ekstensifikasi perolehan PAD guna meningkatkan kemandirian Kota Bandung sebagai Daerah Otonomi.  Edison