Olah Raga


Wali Kota Bandung, H. Dada Rosada 
Tinjau Pembangunan SUS Gedebage
 
Bandung, INA-INA. 
    Wali Kota Bandung, Dada Rosada optimis pembangunan Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage akan selesai Oktober 2012 dan siap dipergunakan awal 2013. Hal tersebut diungkapkannya sesaat setelah meninjau pembangunan SUS Gedebage, yang terletak di Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage Bandung, Kamis (5/1). Ikut meninjau Wakil Wali Kota Ayi Vivananda, Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan, Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, sejumlah pejabat publik dan bobotoh Persib Bandung.  
    Peninjauan dilakukan menyusuri bawah tribun penonton sampai ke tribun penonton, bahkan Walikota Bandung dan rombongan mencoba kursi penonton yang sudah di pasang sambil bertepuk tangan seolah-olah sedang menyaksikan pertandingan sepakbola.  
     Dada pun merasa bersyukur karena pembangunan SUS Gedebage sudah hampir mencapai 50% dan pelaksanaanya sesuai dengan target yang direncanakan. Tidak lupa Dada juga mengucapkan terima kasih kepada warga sekitar yang telah mengijinkan dibangunnya stadion tersebut. “Syukur Alhamdulillah pembangunan Stadion ini sudah mencapai hampir 50%, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada warga sekitar yang telah mengijinkan dibangunnya stadion di daerahnya,” ujar Dada.  
    Dada juga berharap pembangunan SUS Gedebage dapat selesai tanpa gangguan, terutama gangguan anggaran. Karena menurutnya meskipun gangguan cuaca dapat memperlambat, tetapi masih dapat dilakukan pengerjaannya, sedangkan kalau gangguan anggaran pembangunan dapat terhenti sama sekali. “Dengan adanya dana dari Pemerintah Kota Bandung dan bantuan Provinsi Jawa Barat, insya Allah pembangunan stadion ini dapat selesai sesuai dengan target,” jelasnya.  
     Menurut Dada, apabila stadion itu sudah selesai, nantinya akan di tata juga tempat parkir dan tamannya. Dada juga mengharapkan agar Sekretariat cabang-cabang olahraga dapat di buat dibawah tribun penonton dengan cara disekat-sekat. “Ya mungkin di bawah tribun penonton dapat disekat-sekat untuk sekretariat cabang olahraga, sedangkan untuk latihan cabang, tetap harus mengadakan lahan untuk latihan,” jelasnya.  
     Jumlah kursi penonton nantinya di SUS Gedebage, menurut Dada sekitar 40.000 tempat duduk, dan apabila penonton duduk dengan santai maka jumlah penontonnya sesuai dengan jumlah kapasitas kursi, sedangkan apabila ada yang berdiri bisa mencapai 70.000 penonton. “Kita sudah mempersiapkan kapasitas kursi untuk bobotoh, karena apabila sedang bagus-bagusnya persib main, maka jumlah penonton yang datang ke stadion bisa mencapai 50.000 orang lebih, sehingga kita persiapkan seperti itu,” jelasnya.  
     Selain kursi biasa, SUS Gedebage juga telah dipersiapkan untuk para penyandang cacat dengan menyediakan sekitar 200 kursi untuk mereka. “Kita juga sudah mempersiapkan kursi untuk para penyandang cacat sekitar 200 buah,” ujarnya.  
     Dada juga berpesan kepada para bobotoh agar jangan merusak fasilitas stadion, seperti kursi bila nanti Persib kalah, karena uang yang dipergunakan adalah uang rakyat sendiri. “Saya berpesan kepada bobotoh agar jangan merusak kursi stadion atau fasilitas lainnya, karena uang yang dipergunakan adalah uang rakyat juga, sebaiknya kita ikut memeliharanya,” pungkas Dada. Tim R


Dewan Pembina Seni Bela Diri Indoboxing, Irfan Suryanagara :
Indoboxing Jangan Sampai Beralih Ke Bangsa Lain




Lembang, INA-INA
       Dewan Pembina Seni Bela Diri Indoboxing, Irfan Suryanagara menyatakan bahwa seni bela diri tradisional harus lebih dilestarikan daripada seni bela diri negara asing yang kini lebih diminati. "Seni bela diri tradisional Indoboxing ini jangan sampai beralih ke bangsa lain, karena Indoboxing tidak kalah dengan seni bela diri lainnya,” kata Irfan pada acara silaturahmi Indoboxing Bracabawa Inausantara di Sasana Kerta Medal Guriang, Kp. Nyalindung, Desa Cibogo, Kec. Lembang, Kamis (11/11).
           Irfan meminta kepada seluruh komponen masyarakat untuk menjaganya agar tidak beralih menjadi milik bangsa lain, karena tidak sedikit cabang bela diri Indonesia beralih menjdi milik bangsa lain. "Selama ini kelemahan kita adalah buruknya pengelolaan. Padahal seni bela diri kita tidak kalah dengan seni bela diri impor seperti karate, judo dan lain sebagainya. Apalagi Indoboxing lahir dari akar rumput budaya kita.
         Irfan menegaskan walaupun dirinya beberapa waktu lalu mengundurkan diri sebagai Dewan Penyantun KONI Jawa Barat karena banyak diisukan dengan hal-hal yang tidak konstruktif. Tapi, posisinya sebagai Dewan Pembina Ormas Indoboxing Bela Bangsa, Bela Negara DPD Jabar tidak akan dilepaskannya. "Itu karena Indoboxing merupakan seni bela diri yang sesuai dengan kultur bangsa kita. Harapan tersebut tidak lepas dari banyaknya seni bela diri tradisional yang sudah beralih ke negara-negara lain. Saya tidak akan pernah melepas jabatannya sebagai Dewan Pembina Indoboxing, seperti yang dilakukannya saat mundur sebagai Dewan Penyantun KONI Jabar,” ungkapnya.
        Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Indoboxing Mayjen Purn. Asril Tanjung mengatakan, Jawa Barat dan Sumatra Barat merupakan daerah yang paling banyak memilih seni bela diri. Masyarakat Jabar dan Sumatera, harus lebih mengutamakan seni bela diri tradisional karena dua pulau ini kaya akan seni bela diri tradisionalnya. "Tidak ada salahnya kita mempelajari seni bela diri dari luar, hanya jangan sampai lupa dengan akar budaya. Ia mengharapkan masyarakat ikut serta melestarikan seni budaya tradisional. Saat ini masyarakat sudah jarang mengenali seni bela diri tradisional dan membuatnya hampir punah,” ungkapnya Asril Tanjung.
Lebih lanjut Asril mengatakan "Jangan biarkan warisan nenek moyang kita berpindah tangan pada orang lain. Tidak ada yang salah jika kita ingin mempelajari bela diri dari luar negeri. Hanya saja jangan sampai melupakan akar budayanya sendiri," tegasnya.
          Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Jawa Barat, Amung Ma'mun mengatakan, pihaknya sangat mendukung apa yang telah dilakukan indoboxing dalam melestarikan seni bela diri tradisional. "Lebih bagusnya kita bisa memperkenalkan kembali indoboxing kepada masyarakat. Bila perlu kita bisa mengenalkannya di tempat ramai seperti mal," jelasnya.
         Menurutnya, dalam memelihara seni bela diri tradisional harus ada pengenalan kepada generasi muda saat ini. Sehingga mereka tertarik dan ikut mempelajari seni bela diri di Indoboxing.
         Amung juga memaparkan bahwa selama dirinya menjabat sebagai kepala dinas olah raga Provinsi Jawa Barat telah menetapkan lima program untuk memajukan kegiatan olah raga Jawa Barat. "Diantaranya setiap hari Minggu melaksanakan jalan sehat, Jumat sehat, bela diri budaya bangsa dan serta sepakbola saba desa serta mendirikan sentra khusus olahraga. Kebetulan untuk seni bela diri tradisional ini termasuk dalam bela diri budaya bangsa. Sehingga, dinas yang dipimpinnya sangat konsen dalam mengembangkan sekaligus memeliharanya.
Lebih lanjut, Amung berharap, agar seni bela diri traisional seperti Indoboxing ini telah dikenal oleh masyarakat harus gencar kembali diperkenalkan kepada generasi baru," pungkasnya. Tim R